Category: Teknik Mesin

Kamu tipe bos mana? 

Masih dalam rangka membiasakan untuk menulis di blog. Kali ini mau sharing tentang salah satu peran pemimpin/pimpinan/boss di dalam sebuah perusahaan. 

Inspirasi tulisan ini saya rekam dari sejak mengikuti organisasi di sekolah hingga sekarang di perusahaan. 

Dari sekian banyak karakter bos yang saya temui, ada dua yang ingin saya bagi yaitu dari dua sisi yang paling ekstrem. Boss tipe pertama adalah Boss yang seperti konduktor musik. Yang kedua adalah tipe penghisap. 

Buat yang ketemu bos tipe penghisap, maka saran saya adalah segera cari bos lain. Bos tipe ini hanya akan menghisap apa yang kamu punya, tenaga waktu dan pikiran. Dan jangan harap kamu bisa berkembang. Di mata dia kamu hanya instrumen kerja seperti mesin yang akan terus dituntut produksi dan efisien. 

Nah sisi ekstrem berikutnya adalah bos yang seperti konduktor musik. Bos tipe ini akan menempatkan orang sesuai dengan kemampuan dan passionnya. Orang yang jago piano ya disuruh main piano bukan malah disuruh main gitar, misalnya. Jadi kamu bakal merasa bekerja sesuai bidang kamu. 

Saya pernah punya bos yang selalu bilang, pencapaian terbesar organisasi kita bukan pada suksesnya acara atau kegiatan tapi ketika orang orang yang terlibat di dalamnya bisa berkembang. Bos saya yang satu ini punya rutinitas untuk mencari tau potensi potensi yang dimiliki anak buahnya. Bahkan dia sampe punya rincian kebiasaan anak buahnya. 

Nah, buat kamu yang mau jadi bos jadilah bos yang memberdayakan bukan yang memperdaya. Hajaaaarrrrr

Advertisements
Press release : Ini Dia Hasil Investigasi Runtuhnya Jembatan Kukar

Press release : Ini Dia Hasil Investigasi Runtuhnya Jembatan Kukar

Runtuhnya Jembatan Kukar diakibatkan oleh putusnya hanger yang sedang diangkat atau diperketat (jacking) dalam proses pemeliharaan. Jembatan kebanggaan warga Kutai Kertanegara (Kukar), Kaltim itu roboh dalam hitungan detik.

Demikian disampaikan oleh Ketua Tim Evaluasi dan Investigasi Teknik Runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara Iswandi Imran dalam acara Konferensi Pers di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Rabu (11/1/2012)

“Sebelum runtuh, sedang dilakukan jacking yaitu proses pemeliharaan di tengah bentang, ketika jacking pertama dilakukan di bentang, batang hanger itu mengecil. Lalu proses ini dilanjutkan ke sisi hulunya. Nah, saat jacking dilakukan disisi hulu, sambungan dengan kabel utama putus, sehingga memicu reruntuhan terjadi di waktu sangat singkat dimana dalam 20 detik,” katanya

Tim ini telah melakukan kajian berdasarkan survei lapangan, data lapangan, kronologi, serta sejarah pemeliharaan dan menggunakan data yang lengkap. Sehingga gambaran kronolgi keruntuhan, diperkirakan dipicu oleh adanya ketegangan tambahan atau gaya tambahan yang terjadi pada sistem hanger-nya.

“Jadi sambungan yang gagal adalah sambungan yang menggantung pada hanger ke batang atau sistem sambungan. Pada saat proses pengetatan inilah putus. Kabel ini turun sepanjang 15 cm pada saat pengetatan ke atas sehingga terjadi ketegangan itu pada sistem sambungan atas yang menyangkutkan hanger ke sambungan utama, jadi ini titik lemah pada sambungan gaya,” jelasnya

Iswandi menyimpulkan bahwa kegagalan pada sistem sambungan antara batang hanger dan kabel utama pada dasarnya terjadi akibat akumulasi masalah sejak jembatan direncanakan.

“Jadi kalau boleh kami simpulkan, kegagalan pada sistem sambungan antara batang hanger dan kabel utama pada dasarnya terjadi akibat akumulasi masalah sejak jembatan direncanakan. Pekerjaan pemeliharaan yang tidak terjadwal dengan baik merupakan pemicu akhir runtuhnya jembatan,” katanya

Pekerjaan pemeliharaan yang menurut informasi melibatkan pekerjaan jacking atau pengangkatan kemungkinan besar telah menimbulkan kondisi tegangan yang melampaui batas kekuatan aktual material sambungan yang ada. Yang mana material ini telah mengalami pelemahan baik akibat kelelahan bahan, korosi serta perubahan bentuk geometri akibat bergesernya titik-titik dari yang ada pada jembatan.

sumber : detik.com

Konsep Entropi dan Hukum Termodinamika II ada dalam Al-Quran??

Konsep Entropi dan Hukum Termodinamika II ada dalam Al-Quran??

          Malam ini sebernernya saya harus belajar buat UAS. besok ada dua uas dan dua tugas yang mesti dikumpulin. Tapi otak udah stress duluan. Jadi iseng2 bikin nih note..*kayaknya saya mesti belajar lebih banyak tentang manajemen prioritas hehe..Oke, silakan dibaca pren 🙂

          Pernah denger istilah entropi kan? Entropi berasal dari bahasa Yunani, entrope yang berarti berubah. Dari definisi yang saya peroleh dari wikipedia, entropi berarti derajat ketidakteraturan dari sebuah sistem. Artinya, dalam sebuah sistem tertutup, sistem akan mengarah pada ketidakteraturaan, seiring dengan meningkatnya entropi. Intinya mah sebuah sistem tanpa ada intervensi dari luar cenderung menuju ketidateraturan.

            Terus apa hubungannya dengan Al-Quran? Jadi begini pren, coba kita buka Al-Quran Surat Al-Ashr ayat 1-3. Surat ini pasti udah hapal banget lah hehe..mungkin termasuk surat idola buat bacaan sholat. iya kan? hehe..Nah, dalam surat itu saya menemukan sebuah korelasi dengan bacaan buku termo dulu (*moran saphiro itu loh).

           Emang apaan korelasinya??Dalam surat itu disebutkan bahwa,1. Demi Massa 2.Sesungguhnya manusia dalam kerugian 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.

 Ini bukan tafsir loh ya cuma argumentasi bebas buat sharing aja. Jadi jangan dijadikan referesi hehe..Dalam ayat pertama di atas Allah bersumpah dengan nama waktu. Katanya kalo Allah SWT sudah bersumpah dengan nama sesuatu berarti sesuatu itu sangat penting (yang ini kata ustadz loh :D). lanjut ya..waktu emang variabel yang sangat penting dalam konsep entropi. Entropi itu kan didefinisikan karena emang ada sesuatu yang berubah. Dan berubahnya itu terhadap waktu. kira2 gitu deh hehe…

            Nah, konsep utama entropi dan hukum termo 2 ada di ayat selanjutnya. Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa manusia berada dalam kerugian. Sekarang mari kita definisikan. Manusia kita definisikan sebagai sistem tertutup (masih inget konsep boundary layer kan? hehe). Di ayat tersebut manusia (sistem tertutup) disebutkan terhadap waktu selalu dalam kerugian. emang apa artinya :o??

             Dalam konsep entropi, sebuah sistem tertutup akan mengalami entropi yang meningkat. Sederhananya energi sistem tersebut selalu berkurang terhadap waktu. Mulai ada sedikit pencerahan nih hehe…Nah, terus hubungannya dengan ayat tersebut apa?Tadi, kita udah mendefiniskan manusia sebagai sistem tertutup kan? Dan sistem tertutup tersebut memilki entropi yang meningkat seiring berjalannya waktu. Hal, ini sejalan dengan apa yang di Firmankan Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW bahwa sesungguhnya manusia (sistem tertutup) berada dalam kerugian (entropi meningkat). Kerugian=entropi meningkat.

            Ayat ketiga ini kemudian yang menjelaskan tentang konsep hukum termo II secara utuh. Gak percaya?? :DOm Rudolf Classius pernah bilang gini,”No process is possible whose sole result is the transfer of heat from a body of lower temperature to a body of higher temperature“. Kira2 artinya gak mungkin deh tanpa kerja dari luar kita dapet mindahin panas dari temperatur yang lebih rendah ke temperatur yang lebih tinggi (haha keliatan ngarangnya ya? tapi kira2 gitu dah hehe). Terus coba kita bandingin sama ayat terakhir di atas. mudeng?? 😀

            Intinya mah lo pasti bakalan rugi (entropi meningkat) kalo gak ada kerja luar yang meng-endorse lu supaya entropi menurun yang artinya lu untung (sistem tersebut energinya meningkat). Kerja luar?? Ya, mungkin kerja luar ini maksudnya adalah ayat ketiga di atas yaitu orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.

Setelah paham konsep ini saya jadi lebih mengerti kenapa mesti ada Rasul yang menyampaikan risalah kebaikan dan kenapa juga sebagai manusia kita diwajibkan untuk berdakwah. Jadi gak ada alasan lagi buat muslim yang ogah-ogahan buat berdakwah hehe 😀

 *maaf kalo ada yang salah hehe (sekali lagi ini cuma iseng2 :D)

Wallahu’alam bishowab

Sambutan Ramadhan Kepala Mahasiswa Muslim Mesin ITB 2011

Sambutan Ramadhan Kepala Mahasiswa Muslim Mesin ITB 2011

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Marhaban Ya Ramadhan. Bulan penuh mulia ini kini telah berada di tengah-tengah kita. Gegap gempita menyambut ramadhan terdengar hingga pojok-pojok kampus ganesha. Semua muslim menyambut bulan ini dengan penuh suka cita. Tidak terkecuali kita sebagai mahasiswa muslim mesin.  Dikomandani Bayu Pamungkas, Mesin 2009 telah menunjukkan semangat ramadhannya dengan menyiapkan Penyambutan Mahasiswa Baru Mesin 2010 yang sangat istimewa. Mesin 2008 sebagai leading sector tidak mau kalah dengan menyiapkan program-program ramadhan bagi seluruh mahasiswa muslim mesin. Dimotori Agung Dwi Susanto Ramadhan Center MMM ITB menjadi teman seluruh muslim mesin dalam menjalankan ibadah ramadhan yang penuh kesan. Di tengah kesibukan menyelesaikan tugas akhir mesin 2007 dan 2006 juga selalu memberikan arahan yang berarti bagi adik-adiknya di bulan penuh barokah ini.

Mesin mesin mesin!

Layaknya sebuah mesin, manusia juga memiliki error berupa salah dan khilaf. Untuk itu marilah di ramadhan tahun ini kita kembali meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kita sebagai mahasiswa, sebagai manusia, sebagai muslim. Melihat kebutuhan tersebut kami pengurus mahasiswa  muslim mesin 2011 mengajak seluruh muslim mesin untuk berpartisipasi dalam semarak Ramadhan Center MMM ITB “Recharge Our Our, Be A Better person” .

Recharge Our Soul. Sebelas bulan sebelum ramadhan kita telah melakukan berbagai aktivitas. Banyak hal positif yang telah lakukan. Namun, tentu kita pun tidak terlepas dari salah dan khilaf. Saatnya dibulan penuh ampunan ini kita kembali me-recharge ruhani kita untuk menempuh sebelas bulan berikutnya yang lebih baik. Berikut alternatif tahapan yang bisa kita coba:

  1. Kalibrasi. Apa yang telah kita lakukan sebelas bulan yang lalu tentunya memiliki error. Sudah saatnya kita mengkalibrasi pemahaman kita mengenai hidup dengan standar yang benar yaitu Al-Quran dan Sunnah. Baca kembali kemudian amalkan kedua pegangan tersebut.
  2. Tune up. Jiwa ini kadang lelah karena terlalu memikirkan urusan dunia. Masalah IP yang “hidup susah matipun tak mau”, masalah harus makan apa hari karena kiriman orang tua telat datang dan seabrek masalah lain. Cobalah mulai sekarang kita kembali pada arti hidup sesungguhnya. Dunia ini tidak lebih dari tempat persinggahan sementara fren. Saatnya kita menatap untuk hidup setelah hidup.
  3. Overhaul. Allah menyukai hamba-Nya yang selalu berdoa kepada-Nya. Saatnya di bulan penuh maghfirah ini kita memohon ampunan kepada Allah SWT. Overhaul jiwa kita. Bertaubat terhadap kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan dulu. Taubat yang sebenar-benarnya.

Fren Muslim mesin yang berbahagia!

Be A Better Person. Kita tentu mengenal apa itu reverse engineering. Inilah saatnya kita melakukan reverse engineering besar-besaran. Bukan reverse mesin-mesin modern buatan Jerman atau Jepang. Namun, Kita reverse engineering teladan terbaik umat manusia, Nabi Muhammad SAW. Kita reverse enginering akhlak beliau yang mulia. Jika kita ingin belajar tentang kejujuran beliau adalah ahlinya. Jika  kita ingin belajar berdagang, beliaulah pakarnya. Jika kita ingin belajar semangat menuntut ilmu, beliau adalah teladan terbaik kita. Jika kita ingin belajar manjadi pemimpin, beliau nomor wahid. Mari kita senantiasa meneladani akhlak Rasulullah SAW dan terus memperbaiki diri be a better person.

 

 Fren Mesin Perkasa!

Puasa bukan menjadi halangan untuk kita beraktivitas. Muslim yang kuat lebih dicintai Allah SWT dari muslim yang lemah. Hadirilah majelis-majelis limu. Beraktivitaslah di Himpunan (HMM), unit dan dimana pun yang menjadi amanah fren-fren sekalian. Semoga kita bisa menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik saat ini dan seterusnya.

Demikian. Semoga Bermanfaat!

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Kepala MMM ITB 

Cara Engineer Menyelesaikan Masalah

Setiap insan manusia pasti pernah menemui masalah dalam hidupnya. Masalah yang ditemui pun beragam. Mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks. Biasanya orang dengan tanggung jawab besar akan memiliki risiko mengahadapi masalah yang lebih besar dan kompleks. Sebagai contoh, masalah yang dihadapi seorang mahasiswa relatif lebih ringan jika dibandingkan dengan masalah yang dihadapi presiden misalnya.

Setiap orang memiliki kebiasaan dan cara masing-masing dalam menyelesaikan masalahnya. Namun, terkadang cara yang tersebut belum tentu efesien. Seorang engineer dituntut untuk selalu efesien dalam bekerja termasuk dalam menyelesaikan masalah. Berikut ini bagaimana step-step engineer menyelesaikan masalah.

1. Known
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui (known) permasalahan secara global. Banyak orang yang putus asa dalam menghadapi masalah karena mereka langsung membahas yang detil sehingga otak akan merespon bahwa permasalahan tersebut sangat rumit dan tidak mungkin diselesaikan. Jangan pernah langsung masuk ke detil! Cobalah rileks dan memahami picture yang lebih besar dari masalah yang kita hadapi.
Contoh,
Known : Saya adalah mahasiswa tingkat tiga namun belum pernah sekalipun mendapatkan IP di atas tiga.

2. Find
Banyak orang terjebak dalam menyelesaikan masalah karena mereka tidak tahu apa apa goal mereka. Langkah selanjutnya setelah kita mengetahui permasalah secar global adalah temukan (find) hal yang ingin kita cari. Atau dengan kata lain buatlah pertanyaan terhadap permasalahn tersebut.
contoh,
Find : Cara agar kita bisa mendapatkan IP di atas tiga.

3. Schematic and Data
Sekarang kita baru memasuki detil dari permasalahan tersebut. Buatlah sebuah skema terkait kondisi permasalahan tersebut. Sebutkan data-data tersebut secara lugas dan responsible. Agar lebih mudah, buatlah mind map dari detil permasalahan tersebut. Dari picture yang lebih besar sampai ke yang paling kompleks. Dan gunakan boundary layer atau batasan sistem kita. Agar analisisnya nanti lebih fokus pada batasan sistem yang kita buat.
contoh,
Data durasi dan waktu belajar->detil
Data kegiatan yang diikuti selain akademik->detil
Data finansial->detil
Data sarana dan prasarana pendukung belajar dsb.

4. Engineering Model
Agar solusi yang didapat kita terarah dan tidak melebar kita harus mengasumsikan beberapa poin. Asumsi atau engineering model ini disesuaikan dengan permasalahan yang kita hadapi. Asumsi yang kita pakai juga tidak boleh asal-asalan. Asumsi yang kita pakai harus bisa dipertanggung jawabkan.
contoh:
Saya orang yang cerdas (misalkan di SMA selalu masuk 3 besar)
Saya punya keinginan kuat untuk mencapai IP di atas tiga dsb

5. Analysis
Nah, bagian ini yang paling vital. Kita dituntut untuk mencari solusi dari pertanyaan (find) di atas. Dalam analisis ini pengalaman sangat berpengaruh terhapad solusi yang dihasilkan. Oleh karena itu berlatihlah menyelesasikan masalah. Gunakan pendekatan pendapat yang meyeluruh untuk mencari solusi tersebut. Analisis kita harus berdasarkan pendapat para ahli agar hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan. Misal tentang finansial bisa memakai pendekatan para pakar ekonomi dsb.
contoh,
Dari data tersebut ternyata waktu saya banyak dihabiskan dengan main game. Saya bisa berjam-jam bermain game bersama teman-teman. Meskipun awalnya saya hanya ingin main 2 jam saja dan itu di hari sabtu minggu tapi kenyataannya saya terbawa suasana. Waktu belajar saya pun menjadi sangat sedikit. Belum lagi karena sering begadang maka saya menjadi sering mengantuk ketika pagi. Hal ini mengakibatkan penyerapan materi kuliah menjadi tidak maksimal. Bahkan lebih konyol lagi kita tidak masuk kuliah karena telat bangun pagi.

Jadi, permasalahannya ada pada manajemen waktu dan komitmen. Main game adalah sesuatu yang bisa merefresh otak kita. Tapi kalau over refresh otak kita menjadi terlalu santai dan tidak siap menerima materi-materi kuliah.
Solusi : Buat Manajemen waktu yang proporsional dan komitmen terhadapnya.

Demikian. Semoga bermafaat :D.

Tambahan :
Setelah solusi tersebut didapatkan. Segera jalankan solusi terebut (6.Actuating) kemudian jangan lupa untuk selalu dikontrol (7.Controlling) dan dievaluasi (8.Eavaluating).