Category: Kampus dan Kemahasiswaan

Hitung-Hitungan Politik SBY

Hitung-Hitungan Politik SBY

Pasca Paripurna DPR tentang rencana kenaikan harga BBM, SBY bisa sedikit lega. Pasalnya dengan disahkan Pasal 7 ayat 6a pemerintah bisa menaikkan manakala harga ICP naik rata-rata sebesar 15% dalam kurun waktu enam bulan berturut-turut. Dengan begitu menurut pemerintah APBN bisa “diselamatkan”. Namun, paripurna juga menyisakan hal lain : perpecahan di tubuh koalisi.

Pada paripurna DPR Kemarin, semua koalisi yang tergabung dalam sekretariat gabungan (setgab) menyepakati 7 ayat 6a kecuali “si anak nakal” PKS. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan tegas memilih opsi menolak kenaikan harga BBM. Partai berlambang bulan sabit dan padi itu menilai bahwa pemerintah sebetulnya tidak perlu menaikkan harga BBM bersubsidi jika pemerintah mau bekerja keras. Dalam hitung-hitungan PKS, defisit anggaran akibat kenaikan harga minyak dunia dapat ditutupi dengan penghematan belanja negara dan juga memaksimalkan penerimaan pajak. Dengan klaim bahwa sikapnya demi membela rakyat, (lagi) PKS harus berseberangan pandangan dengan mitra koalisi.

Demokrat menuduh bahwa apa yang dilakukan PKS hanyalah politik pencitraan. PKS diklaim hanya memanfaatkan kondisi pemerintah untuk mendulang simpati rakyat. Sejumlah elite PD pun berang, dan mendesak Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mendapak PKS dari setgab.

Rapat anggota setgab minus PKS sepakat bahwa PKS telah melanggar kontrak politik yang diteken antara anggota setgab dengan Presiden dan Wakil Presiden. Pada pasal 5 code of conduct disebutkan apabila partai sudah tidak sejalan dengan pemerintah maka otomatis keanggotaan partai telah berakhir dalam koalisi.

Desas-desus tentang isu ditanggapi PKS dengan tenang. Sikap PKS kini hanya menunggu keputusan langsung yang disampaikan SBY. Bola pun kini ada di tangan SBY meski sebelumnya ada rumor bahwa Golkar yang akan menyatakan sikap setgab namum sampai sekarang urung dilaksanakan.

Bola dikembalikan ke si empunya, SBY.

SBY tentu tahu betul bahwa PKS acap kali berseberangan dengan pemerintahan yang dipimpinya, sebut saja tentang hak angket Century, masus mafia pajak,tentang moratorium terpidana kasus korupsi, dan terakhir tentang BBM. Namun, SBY juga sadar bahwa PKS-lah yang bekerja keras bersama Demokrat dalam pemilihan Presiden 2009 silam.

SBY, memilki beberapa opsi yang juga oleh sebagian analis telah banyak disebutkan.

  1. PKS dikeluarkan dari koalisi dan semua menterinya direshuffle
  2. PKS dikeluarkan dari koalisi tapi menterinya tetap dipertahankan
  3. PKS tetap di dalam koalisi namun sebagai sanksi jatah menteri PKS dikurangi

Secara matematis mengeluarkan PKS dari koalisi tidak akan berdampak signifikan untuk pengambilan keputusan di DPR. Toh meskipun PKS keluar pemerintah masih memiliki suara mayoritas di DPR dengan 363 kursi atau 65% dari total kursi DPR.

Namun, mengingat gaya politik SBY yang penuh perhitungan (kalo gak boleh disebut lambat), SBY akan memikirkan 1000 kali untuk mengeluarkan PKS. Mengapa?

Pertama. Mengeluarkan PKS dari koalisi dapat mendongkrak citra PKS di mata rakyat. Dengan klaim sebagai partai yang didzolimi (nah pak SBY awas karma tuh :D) PKS bisa merebut simpati rakyat Indonesia untuk mendulang suara di 2014.

Kedua. Mengeluarkan PKS hanya akan menambah musuh baru. Dengan gaya politik pencitraan yang dilakukan selama ini, SBY tentu tidak ingin citranya menjadi turun di mata rakyat.

Ketiga. Ini yang harus jadi warning. Mengeluarkan PKS dari koalisi dapat mengakibatkan polarisasi kekuataan antara Demokrat dan Golkar semakin kentara. Pasalnya selama ini PKS cukup mampu mengimbangi gaya politik kedua partai besar itu. Jika ini terjadi bukan tidak mungkin manuver-manuver Golkar bakal lebih sering terjadi dan bukan tidak mungkin Golkar yang lebih banyak memainkan peran di tubuh setgab nanti. Secara usia tentu Golkar lebih berpengalaman dibanding Demokrat dalam politik di Indonesia.

                Bagaimana sikap SBY selanjutnya, mari kita simak bersama! 🙂

Advertisements
Konsep Entropi dan Hukum Termodinamika II ada dalam Al-Quran??

Konsep Entropi dan Hukum Termodinamika II ada dalam Al-Quran??

          Malam ini sebernernya saya harus belajar buat UAS. besok ada dua uas dan dua tugas yang mesti dikumpulin. Tapi otak udah stress duluan. Jadi iseng2 bikin nih note..*kayaknya saya mesti belajar lebih banyak tentang manajemen prioritas hehe..Oke, silakan dibaca pren 🙂

          Pernah denger istilah entropi kan? Entropi berasal dari bahasa Yunani, entrope yang berarti berubah. Dari definisi yang saya peroleh dari wikipedia, entropi berarti derajat ketidakteraturan dari sebuah sistem. Artinya, dalam sebuah sistem tertutup, sistem akan mengarah pada ketidakteraturaan, seiring dengan meningkatnya entropi. Intinya mah sebuah sistem tanpa ada intervensi dari luar cenderung menuju ketidateraturan.

            Terus apa hubungannya dengan Al-Quran? Jadi begini pren, coba kita buka Al-Quran Surat Al-Ashr ayat 1-3. Surat ini pasti udah hapal banget lah hehe..mungkin termasuk surat idola buat bacaan sholat. iya kan? hehe..Nah, dalam surat itu saya menemukan sebuah korelasi dengan bacaan buku termo dulu (*moran saphiro itu loh).

           Emang apaan korelasinya??Dalam surat itu disebutkan bahwa,1. Demi Massa 2.Sesungguhnya manusia dalam kerugian 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.

 Ini bukan tafsir loh ya cuma argumentasi bebas buat sharing aja. Jadi jangan dijadikan referesi hehe..Dalam ayat pertama di atas Allah bersumpah dengan nama waktu. Katanya kalo Allah SWT sudah bersumpah dengan nama sesuatu berarti sesuatu itu sangat penting (yang ini kata ustadz loh :D). lanjut ya..waktu emang variabel yang sangat penting dalam konsep entropi. Entropi itu kan didefinisikan karena emang ada sesuatu yang berubah. Dan berubahnya itu terhadap waktu. kira2 gitu deh hehe…

            Nah, konsep utama entropi dan hukum termo 2 ada di ayat selanjutnya. Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa manusia berada dalam kerugian. Sekarang mari kita definisikan. Manusia kita definisikan sebagai sistem tertutup (masih inget konsep boundary layer kan? hehe). Di ayat tersebut manusia (sistem tertutup) disebutkan terhadap waktu selalu dalam kerugian. emang apa artinya :o??

             Dalam konsep entropi, sebuah sistem tertutup akan mengalami entropi yang meningkat. Sederhananya energi sistem tersebut selalu berkurang terhadap waktu. Mulai ada sedikit pencerahan nih hehe…Nah, terus hubungannya dengan ayat tersebut apa?Tadi, kita udah mendefiniskan manusia sebagai sistem tertutup kan? Dan sistem tertutup tersebut memilki entropi yang meningkat seiring berjalannya waktu. Hal, ini sejalan dengan apa yang di Firmankan Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW bahwa sesungguhnya manusia (sistem tertutup) berada dalam kerugian (entropi meningkat). Kerugian=entropi meningkat.

            Ayat ketiga ini kemudian yang menjelaskan tentang konsep hukum termo II secara utuh. Gak percaya?? :DOm Rudolf Classius pernah bilang gini,”No process is possible whose sole result is the transfer of heat from a body of lower temperature to a body of higher temperature“. Kira2 artinya gak mungkin deh tanpa kerja dari luar kita dapet mindahin panas dari temperatur yang lebih rendah ke temperatur yang lebih tinggi (haha keliatan ngarangnya ya? tapi kira2 gitu dah hehe). Terus coba kita bandingin sama ayat terakhir di atas. mudeng?? 😀

            Intinya mah lo pasti bakalan rugi (entropi meningkat) kalo gak ada kerja luar yang meng-endorse lu supaya entropi menurun yang artinya lu untung (sistem tersebut energinya meningkat). Kerja luar?? Ya, mungkin kerja luar ini maksudnya adalah ayat ketiga di atas yaitu orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.

Setelah paham konsep ini saya jadi lebih mengerti kenapa mesti ada Rasul yang menyampaikan risalah kebaikan dan kenapa juga sebagai manusia kita diwajibkan untuk berdakwah. Jadi gak ada alasan lagi buat muslim yang ogah-ogahan buat berdakwah hehe 😀

 *maaf kalo ada yang salah hehe (sekali lagi ini cuma iseng2 :D)

Wallahu’alam bishowab

Menakar ‘Manusia Itebe’ (Part 1)

Omong besar. Sombong. Gak bisa diajak kerja sama. Selalu ingin mendominasi. Itulah beberapa kalimat yang menjadi citra mahasiswa itebe dan alumninya di luar sana. Apakah semua mahasiwa itebe dan alumniya memang seperti itu? Tentu sebagai kaum terdidik kita tidak bisa langsung menjudge seperti itu. Sejauh yang saya tau belum ada kajian ilmiah (penelitian misalnya) yang menunjukkan data tersebut valid. Bukan tidak mungkin pencitraan tersebut hanya dsebabkan segelintir orang saja.

Okelah, terlepas dari perdebatan benar atau tidak mari kita mengevaluasi (menakar) manusia itebe hingga tuntas.

Mari kita berandai-andai. Seandainya data tersebut memang valid berarti ada sebuah sistem yang perlu diperbaiki di perguruan tinggi tertua ini. Apakah sistem pendidikan di itebe yang membentuk para mahasiswa dan alumninya seperti itu? Omong besar,gak bisa diajak kerja sama dll. Atau sistem kemahasiswaan di itebe (dalam hal ini kaderisasi) yang keliru? Atau juga malah input mahasiswanya yang sudah membentuk sistemnya sendiri?

Bagi kebanyakan orang (termasuk penulis) bisa menjadi mahasiswa itebe adalah sebuah kebanggaan, sebuah prestise. Input mahasiswa inilah yang bisa jadi memiliki andil besar dalam membentuk karakter manusia itebe.

Mari kita berandai-andai lagi. Andai semua itu adalah fakta maka tidak ada cara lain selain diskusi dan duduk bersama para “director” dari rektorat dan para “director” dari organisasi kemahaiswaan kampus. Pembagian fungsi dan peran dalam upaya mengembakan manusia itebe mutlak dilakukan jika memang itebe ingin membawa perubahan bangsa ke arah yang lebih baik.

Pertanyaan yang segera muncul kemudian adalah apakah itu masih mungkin? Saya jawab harus. Karena membangun manusia itebe berarti membangun Indonesia.

Sambutan Ramadhan Kepala Mahasiswa Muslim Mesin ITB 2011

Sambutan Ramadhan Kepala Mahasiswa Muslim Mesin ITB 2011

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Marhaban Ya Ramadhan. Bulan penuh mulia ini kini telah berada di tengah-tengah kita. Gegap gempita menyambut ramadhan terdengar hingga pojok-pojok kampus ganesha. Semua muslim menyambut bulan ini dengan penuh suka cita. Tidak terkecuali kita sebagai mahasiswa muslim mesin.  Dikomandani Bayu Pamungkas, Mesin 2009 telah menunjukkan semangat ramadhannya dengan menyiapkan Penyambutan Mahasiswa Baru Mesin 2010 yang sangat istimewa. Mesin 2008 sebagai leading sector tidak mau kalah dengan menyiapkan program-program ramadhan bagi seluruh mahasiswa muslim mesin. Dimotori Agung Dwi Susanto Ramadhan Center MMM ITB menjadi teman seluruh muslim mesin dalam menjalankan ibadah ramadhan yang penuh kesan. Di tengah kesibukan menyelesaikan tugas akhir mesin 2007 dan 2006 juga selalu memberikan arahan yang berarti bagi adik-adiknya di bulan penuh barokah ini.

Mesin mesin mesin!

Layaknya sebuah mesin, manusia juga memiliki error berupa salah dan khilaf. Untuk itu marilah di ramadhan tahun ini kita kembali meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kita sebagai mahasiswa, sebagai manusia, sebagai muslim. Melihat kebutuhan tersebut kami pengurus mahasiswa  muslim mesin 2011 mengajak seluruh muslim mesin untuk berpartisipasi dalam semarak Ramadhan Center MMM ITB “Recharge Our Our, Be A Better person” .

Recharge Our Soul. Sebelas bulan sebelum ramadhan kita telah melakukan berbagai aktivitas. Banyak hal positif yang telah lakukan. Namun, tentu kita pun tidak terlepas dari salah dan khilaf. Saatnya dibulan penuh ampunan ini kita kembali me-recharge ruhani kita untuk menempuh sebelas bulan berikutnya yang lebih baik. Berikut alternatif tahapan yang bisa kita coba:

  1. Kalibrasi. Apa yang telah kita lakukan sebelas bulan yang lalu tentunya memiliki error. Sudah saatnya kita mengkalibrasi pemahaman kita mengenai hidup dengan standar yang benar yaitu Al-Quran dan Sunnah. Baca kembali kemudian amalkan kedua pegangan tersebut.
  2. Tune up. Jiwa ini kadang lelah karena terlalu memikirkan urusan dunia. Masalah IP yang “hidup susah matipun tak mau”, masalah harus makan apa hari karena kiriman orang tua telat datang dan seabrek masalah lain. Cobalah mulai sekarang kita kembali pada arti hidup sesungguhnya. Dunia ini tidak lebih dari tempat persinggahan sementara fren. Saatnya kita menatap untuk hidup setelah hidup.
  3. Overhaul. Allah menyukai hamba-Nya yang selalu berdoa kepada-Nya. Saatnya di bulan penuh maghfirah ini kita memohon ampunan kepada Allah SWT. Overhaul jiwa kita. Bertaubat terhadap kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan dulu. Taubat yang sebenar-benarnya.

Fren Muslim mesin yang berbahagia!

Be A Better Person. Kita tentu mengenal apa itu reverse engineering. Inilah saatnya kita melakukan reverse engineering besar-besaran. Bukan reverse mesin-mesin modern buatan Jerman atau Jepang. Namun, Kita reverse engineering teladan terbaik umat manusia, Nabi Muhammad SAW. Kita reverse enginering akhlak beliau yang mulia. Jika kita ingin belajar tentang kejujuran beliau adalah ahlinya. Jika  kita ingin belajar berdagang, beliaulah pakarnya. Jika kita ingin belajar semangat menuntut ilmu, beliau adalah teladan terbaik kita. Jika kita ingin belajar manjadi pemimpin, beliau nomor wahid. Mari kita senantiasa meneladani akhlak Rasulullah SAW dan terus memperbaiki diri be a better person.

 

 Fren Mesin Perkasa!

Puasa bukan menjadi halangan untuk kita beraktivitas. Muslim yang kuat lebih dicintai Allah SWT dari muslim yang lemah. Hadirilah majelis-majelis limu. Beraktivitaslah di Himpunan (HMM), unit dan dimana pun yang menjadi amanah fren-fren sekalian. Semoga kita bisa menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik saat ini dan seterusnya.

Demikian. Semoga Bermanfaat!

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Kepala MMM ITB 

Musyawarah Perwakilan Anggota Kalbu Indramayu

Musyawarah Perwakilan Anggota  Kalbu Indramayu

Kalbu sebagai manifestasi pemikiran intelektual muda akan selalu bermetamorfosis untuk menemukan bentuk dan peran terbaiknya. Kita akan melihat Kalbu yang dibawa Mas Casdira di awal-awal pembentukan berbeda dengan Kalbu era Mas Fadli. Kalbu yang digawangi Mas Wadi berbeda pula dengan Kalbu yang dimotori Mas Asirin. Tentu Berbeda pula Kalbu-nya Mas Karwin dengan Kalbu-nya Mas Kusnanto. Seperti itulah yang saya amati. Ya, analisis saya hal ini terjadi karena masing-masing ketua meng-intreprestasikan sendiri Kalbu yang dibawanya.

Sebagai organisasi kealumnian strategis Kalbu tidak bisa lagi hanya berjalan di tempat karena kebingungan bahkan hilang arah. Sudah saatnya Kalbu memiliki sebuah arahan yang jelas dan terukur. Agar potensi besar anggotanya dapat dioptimalkan.

Dengan latar belakang seperti itu saya mengusulkan Kalbu memiliki Muswarah Perwakilan Anggota yang berfungsi sebagai director. Fungsi dan Tugas MPA tersebut diantaranya:

  1. Membahas, menyusun dan menetapkan platform dan rencana strategis Kalbu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
  2. Mengontrol keberjalanan Kalbu
  3. Mengevaluasi kinerja Badan Pengurus
  4. Dsb

Untuk mem-follow up-i hal tersebut saya menunjuk beberapa perwakilan angkatan sebagai koordinator angakatan (sementara). Koordinator angakatan berfungsi sebagai  aspirator dari tiap angkatan masin-masing.

Koordinator Angkatan (Sementara):

  1. Casdira,2002
  2. Wadi,2003
  3. Krishna Rinaldi,2004
  4. Iman Parta Kusuma,2005
  5. Fadli Rohman,2006
  6. Iryanto,2007
  7. Wirana,2008
  8. M.Saiful Umam,2009
  9. Lugas Lukamnul Hakim,2010
  10. Patra A.R.

Mengenai jumlah dan keanggotan MPA masing2 angkatan akan didiskusikan lebih lanjut.

Demikian. Semoga langkah kecil ini dapat memberikan kontribusi kongkrit ke depan.

Kindly Regard,

Wirana Kalbu 2008

Cara Engineer Menyelesaikan Masalah

Setiap insan manusia pasti pernah menemui masalah dalam hidupnya. Masalah yang ditemui pun beragam. Mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks. Biasanya orang dengan tanggung jawab besar akan memiliki risiko mengahadapi masalah yang lebih besar dan kompleks. Sebagai contoh, masalah yang dihadapi seorang mahasiswa relatif lebih ringan jika dibandingkan dengan masalah yang dihadapi presiden misalnya.

Setiap orang memiliki kebiasaan dan cara masing-masing dalam menyelesaikan masalahnya. Namun, terkadang cara yang tersebut belum tentu efesien. Seorang engineer dituntut untuk selalu efesien dalam bekerja termasuk dalam menyelesaikan masalah. Berikut ini bagaimana step-step engineer menyelesaikan masalah.

1. Known
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui (known) permasalahan secara global. Banyak orang yang putus asa dalam menghadapi masalah karena mereka langsung membahas yang detil sehingga otak akan merespon bahwa permasalahan tersebut sangat rumit dan tidak mungkin diselesaikan. Jangan pernah langsung masuk ke detil! Cobalah rileks dan memahami picture yang lebih besar dari masalah yang kita hadapi.
Contoh,
Known : Saya adalah mahasiswa tingkat tiga namun belum pernah sekalipun mendapatkan IP di atas tiga.

2. Find
Banyak orang terjebak dalam menyelesaikan masalah karena mereka tidak tahu apa apa goal mereka. Langkah selanjutnya setelah kita mengetahui permasalah secar global adalah temukan (find) hal yang ingin kita cari. Atau dengan kata lain buatlah pertanyaan terhadap permasalahn tersebut.
contoh,
Find : Cara agar kita bisa mendapatkan IP di atas tiga.

3. Schematic and Data
Sekarang kita baru memasuki detil dari permasalahan tersebut. Buatlah sebuah skema terkait kondisi permasalahan tersebut. Sebutkan data-data tersebut secara lugas dan responsible. Agar lebih mudah, buatlah mind map dari detil permasalahan tersebut. Dari picture yang lebih besar sampai ke yang paling kompleks. Dan gunakan boundary layer atau batasan sistem kita. Agar analisisnya nanti lebih fokus pada batasan sistem yang kita buat.
contoh,
Data durasi dan waktu belajar->detil
Data kegiatan yang diikuti selain akademik->detil
Data finansial->detil
Data sarana dan prasarana pendukung belajar dsb.

4. Engineering Model
Agar solusi yang didapat kita terarah dan tidak melebar kita harus mengasumsikan beberapa poin. Asumsi atau engineering model ini disesuaikan dengan permasalahan yang kita hadapi. Asumsi yang kita pakai juga tidak boleh asal-asalan. Asumsi yang kita pakai harus bisa dipertanggung jawabkan.
contoh:
Saya orang yang cerdas (misalkan di SMA selalu masuk 3 besar)
Saya punya keinginan kuat untuk mencapai IP di atas tiga dsb

5. Analysis
Nah, bagian ini yang paling vital. Kita dituntut untuk mencari solusi dari pertanyaan (find) di atas. Dalam analisis ini pengalaman sangat berpengaruh terhapad solusi yang dihasilkan. Oleh karena itu berlatihlah menyelesasikan masalah. Gunakan pendekatan pendapat yang meyeluruh untuk mencari solusi tersebut. Analisis kita harus berdasarkan pendapat para ahli agar hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan. Misal tentang finansial bisa memakai pendekatan para pakar ekonomi dsb.
contoh,
Dari data tersebut ternyata waktu saya banyak dihabiskan dengan main game. Saya bisa berjam-jam bermain game bersama teman-teman. Meskipun awalnya saya hanya ingin main 2 jam saja dan itu di hari sabtu minggu tapi kenyataannya saya terbawa suasana. Waktu belajar saya pun menjadi sangat sedikit. Belum lagi karena sering begadang maka saya menjadi sering mengantuk ketika pagi. Hal ini mengakibatkan penyerapan materi kuliah menjadi tidak maksimal. Bahkan lebih konyol lagi kita tidak masuk kuliah karena telat bangun pagi.

Jadi, permasalahannya ada pada manajemen waktu dan komitmen. Main game adalah sesuatu yang bisa merefresh otak kita. Tapi kalau over refresh otak kita menjadi terlalu santai dan tidak siap menerima materi-materi kuliah.
Solusi : Buat Manajemen waktu yang proporsional dan komitmen terhadapnya.

Demikian. Semoga bermafaat :D.

Tambahan :
Setelah solusi tersebut didapatkan. Segera jalankan solusi terebut (6.Actuating) kemudian jangan lupa untuk selalu dikontrol (7.Controlling) dan dievaluasi (8.Eavaluating).

Kursi Panas 2014 Part.1 Whistle Blower

Pemerintahan SBY-Boediono memang baru akan berakhir Tahun 2014 nanti. Namun, hal tersebut tidak membuat kondisi politik di negeri ini “tenang”. Peta persaingan politik bahkan sudah terjadi s sejak Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II resmi dilantik. Agenda 100 hari Kabinet ini pun jadi momentum yang memanasnya kondisi politik di Indonesia.

Memanasnya suhu politik ini tidak hanya membuat partai pendukun pemerintah “panas”. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga mendapat serangan akibat memanasnya suhu politik di negeri ini. Adalah Agus Chondro sang whistle blower. Partai berlambang banteng ini diisukan terlibat dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indoensia Miranda Goeltom. Sejumlah politisi elit partai seperti Panda Nababan diseret ke dalam kasus ini. Dan, kasus ini sudah memasuki tahap dakwaan.

Partai Golkar, partai berlambang beringin ini juga tidak luput dari terpaan panasnya suhu politik tersebut. Kasus pengemplangan pajak menjadi partai ini bulan-bulanan media. Ya, siapa lagi kalau bukan gayus Tambunan. Pegawai pajak ini santer diberitakan terkait dengan Pengemplangan pajak Bakrie Group. Gayus Tambunan bahkan sempat member statemen bahwa dia “kenal dekat” dengan orang nomor satu di Partai beringin ini.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS), memiliki track record yang bagus sebagai partai yang bersih tidak membuat partai ini lepas dari memanasnya suhu politik di Idonesia. Yusuf Supendi, seorang mantan petinggi partai ini menjadi whistle blower yang sempat menggoyangka partai. Tuduhan bahwa sejumlah elite partai seperti Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminudin hingga sekretaris partai Anis Matta terlibat kasus korupsi saat pemilihan gubernur Jakarta membuat partai ini sempat menjadi headline di beberapa media. Instruksi agar semua kader “puasa bicara” kemudian meredakan kasus ini. Hingga akhirnya kasus ini ditempuh lewat jalur mediasi.

Dan sekarang badai itu menerpa partai pemerintahan. Partai Demokrat dibuat tidak berdaya dengan aksi Nazarudin. Mantan Bendahara partai ini dengan leluasa mengobok-obok kewibawaan Demokrat sebagai partai pemerintah. Sejumlah elite sperti Andi Mallarangeng, Angelina Sondakh,hingga Ketua Umum Partai diseret ke dalam bola panas ini. Yang semula kasus korupsi wisma atlet kemudian melebar ke proses kotor pemilihan Anas sebagai orang nomor dua di Demokrat setelah SBY.

Masih tiga tahun lagi menuju 2014. Namun genderang perang sudah ditabuh. Adalah para whistle blower yang semakin memanaskna perebutan kursi panas 2014. PDIP dengan Agus Chondronya, Golkar dengan Gayus Tambunannya, PKS dengan Yusuf Supendinya, dan terakhir Nazarudin yang berhasil mengobrak-abrik Demokrat.

Pertanyaan besarnya,”MASIHKAH MEREKA MEMIKIRKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT??”

Wallahu a’lam bishowab