Category: Islamic View

Respon kita, itu yang Allah nilai

Respon kita, itu yang Allah nilai

Selepas sholat maghrib, saya mengajak istri untuk berbagi seputar hidup dan kehidupan. Saya memberikan contoh kasus tentang orang yang sedang ditimba musibah dan orang yang sedang diberi nikmat bahagia.

“Sayang”, saya mencoba mulai menjelaskan. Kedua kasus yang Aa (panggilan istri kepada saya) sebut tadi tidak hendak menjelaskan kasus mana yang lebih Allah sukai. Orang yang diberi nikmat bahagia belum tentu orang yang lebih Allah sukai. Pun, dengan kasus orang yang sedang ditimpa musibah belum tentu Allah tak suka dengannya.

Bisa jadi Allah lebih menyukai orang yang sedang ditimpa musibah dibandingkan dengan orang yang sedang diiberi nikmat bahagia. Persoalannya bukan pada apa yang menimpa mereka, tapi bagaimana respon mereka itu yang penting.

Misal, orang yang ditimpa musibah menjadikan dirinya lebih dekat dengan Allah. Ia introspeksi diri, bermuhasabah bahwa selama hidupnya ia banyak lalai dan meninggalkan kewajiban. Ia merespon musibah yang ditimpanya dengan menjadi pribadi yang lebih takwa.

Sebaliknya, orang yang sedang diberi nikmat bahagia malah menjadikannya kufur nikmat. Tidak mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan. Ia berfoya foya dalam hidup, meninggalkan kewajiban dll. Ia merespon nikmat bahagia dengan menjadi kufur nikmat.

Dalam hidup ini kita pasti akan mengalami musibah dan nikmat. Keduanya akan silih berganti menghampiri kehidupan kita. Tak perlu cemas, karena itu sesuatu yang alami. Itu hanya sebentuk ujian yang berikan terhadap kita hambaNya. Yang paling penting adalah bagaimana cara kita meresponnya.

Jadi, jangan cemas terhadap musibah yang menimpa kita ataupun jangan lalai dengan nikmat yang kita dapatkan, cemaslah ketika respon yang kita  berikan malah semakin menjauhkan kita dari ridhoNya.

Arjawinangun, 7 Agustus 2016

Halaqoh dengan istri tercinta, Dhea Dezhita.

 

 

Advertisements
Konsep Entropi dan Hukum Termodinamika II ada dalam Al-Quran??

Konsep Entropi dan Hukum Termodinamika II ada dalam Al-Quran??

          Malam ini sebernernya saya harus belajar buat UAS. besok ada dua uas dan dua tugas yang mesti dikumpulin. Tapi otak udah stress duluan. Jadi iseng2 bikin nih note..*kayaknya saya mesti belajar lebih banyak tentang manajemen prioritas hehe..Oke, silakan dibaca pren 🙂

          Pernah denger istilah entropi kan? Entropi berasal dari bahasa Yunani, entrope yang berarti berubah. Dari definisi yang saya peroleh dari wikipedia, entropi berarti derajat ketidakteraturan dari sebuah sistem. Artinya, dalam sebuah sistem tertutup, sistem akan mengarah pada ketidakteraturaan, seiring dengan meningkatnya entropi. Intinya mah sebuah sistem tanpa ada intervensi dari luar cenderung menuju ketidateraturan.

            Terus apa hubungannya dengan Al-Quran? Jadi begini pren, coba kita buka Al-Quran Surat Al-Ashr ayat 1-3. Surat ini pasti udah hapal banget lah hehe..mungkin termasuk surat idola buat bacaan sholat. iya kan? hehe..Nah, dalam surat itu saya menemukan sebuah korelasi dengan bacaan buku termo dulu (*moran saphiro itu loh).

           Emang apaan korelasinya??Dalam surat itu disebutkan bahwa,1. Demi Massa 2.Sesungguhnya manusia dalam kerugian 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.

 Ini bukan tafsir loh ya cuma argumentasi bebas buat sharing aja. Jadi jangan dijadikan referesi hehe..Dalam ayat pertama di atas Allah bersumpah dengan nama waktu. Katanya kalo Allah SWT sudah bersumpah dengan nama sesuatu berarti sesuatu itu sangat penting (yang ini kata ustadz loh :D). lanjut ya..waktu emang variabel yang sangat penting dalam konsep entropi. Entropi itu kan didefinisikan karena emang ada sesuatu yang berubah. Dan berubahnya itu terhadap waktu. kira2 gitu deh hehe…

            Nah, konsep utama entropi dan hukum termo 2 ada di ayat selanjutnya. Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa manusia berada dalam kerugian. Sekarang mari kita definisikan. Manusia kita definisikan sebagai sistem tertutup (masih inget konsep boundary layer kan? hehe). Di ayat tersebut manusia (sistem tertutup) disebutkan terhadap waktu selalu dalam kerugian. emang apa artinya :o??

             Dalam konsep entropi, sebuah sistem tertutup akan mengalami entropi yang meningkat. Sederhananya energi sistem tersebut selalu berkurang terhadap waktu. Mulai ada sedikit pencerahan nih hehe…Nah, terus hubungannya dengan ayat tersebut apa?Tadi, kita udah mendefiniskan manusia sebagai sistem tertutup kan? Dan sistem tertutup tersebut memilki entropi yang meningkat seiring berjalannya waktu. Hal, ini sejalan dengan apa yang di Firmankan Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW bahwa sesungguhnya manusia (sistem tertutup) berada dalam kerugian (entropi meningkat). Kerugian=entropi meningkat.

            Ayat ketiga ini kemudian yang menjelaskan tentang konsep hukum termo II secara utuh. Gak percaya?? :DOm Rudolf Classius pernah bilang gini,”No process is possible whose sole result is the transfer of heat from a body of lower temperature to a body of higher temperature“. Kira2 artinya gak mungkin deh tanpa kerja dari luar kita dapet mindahin panas dari temperatur yang lebih rendah ke temperatur yang lebih tinggi (haha keliatan ngarangnya ya? tapi kira2 gitu dah hehe). Terus coba kita bandingin sama ayat terakhir di atas. mudeng?? 😀

            Intinya mah lo pasti bakalan rugi (entropi meningkat) kalo gak ada kerja luar yang meng-endorse lu supaya entropi menurun yang artinya lu untung (sistem tersebut energinya meningkat). Kerja luar?? Ya, mungkin kerja luar ini maksudnya adalah ayat ketiga di atas yaitu orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.

Setelah paham konsep ini saya jadi lebih mengerti kenapa mesti ada Rasul yang menyampaikan risalah kebaikan dan kenapa juga sebagai manusia kita diwajibkan untuk berdakwah. Jadi gak ada alasan lagi buat muslim yang ogah-ogahan buat berdakwah hehe 😀

 *maaf kalo ada yang salah hehe (sekali lagi ini cuma iseng2 :D)

Wallahu’alam bishowab

Sambutan Ramadhan Kepala Mahasiswa Muslim Mesin ITB 2011

Sambutan Ramadhan Kepala Mahasiswa Muslim Mesin ITB 2011

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Marhaban Ya Ramadhan. Bulan penuh mulia ini kini telah berada di tengah-tengah kita. Gegap gempita menyambut ramadhan terdengar hingga pojok-pojok kampus ganesha. Semua muslim menyambut bulan ini dengan penuh suka cita. Tidak terkecuali kita sebagai mahasiswa muslim mesin.  Dikomandani Bayu Pamungkas, Mesin 2009 telah menunjukkan semangat ramadhannya dengan menyiapkan Penyambutan Mahasiswa Baru Mesin 2010 yang sangat istimewa. Mesin 2008 sebagai leading sector tidak mau kalah dengan menyiapkan program-program ramadhan bagi seluruh mahasiswa muslim mesin. Dimotori Agung Dwi Susanto Ramadhan Center MMM ITB menjadi teman seluruh muslim mesin dalam menjalankan ibadah ramadhan yang penuh kesan. Di tengah kesibukan menyelesaikan tugas akhir mesin 2007 dan 2006 juga selalu memberikan arahan yang berarti bagi adik-adiknya di bulan penuh barokah ini.

Mesin mesin mesin!

Layaknya sebuah mesin, manusia juga memiliki error berupa salah dan khilaf. Untuk itu marilah di ramadhan tahun ini kita kembali meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kita sebagai mahasiswa, sebagai manusia, sebagai muslim. Melihat kebutuhan tersebut kami pengurus mahasiswa  muslim mesin 2011 mengajak seluruh muslim mesin untuk berpartisipasi dalam semarak Ramadhan Center MMM ITB “Recharge Our Our, Be A Better person” .

Recharge Our Soul. Sebelas bulan sebelum ramadhan kita telah melakukan berbagai aktivitas. Banyak hal positif yang telah lakukan. Namun, tentu kita pun tidak terlepas dari salah dan khilaf. Saatnya dibulan penuh ampunan ini kita kembali me-recharge ruhani kita untuk menempuh sebelas bulan berikutnya yang lebih baik. Berikut alternatif tahapan yang bisa kita coba:

  1. Kalibrasi. Apa yang telah kita lakukan sebelas bulan yang lalu tentunya memiliki error. Sudah saatnya kita mengkalibrasi pemahaman kita mengenai hidup dengan standar yang benar yaitu Al-Quran dan Sunnah. Baca kembali kemudian amalkan kedua pegangan tersebut.
  2. Tune up. Jiwa ini kadang lelah karena terlalu memikirkan urusan dunia. Masalah IP yang “hidup susah matipun tak mau”, masalah harus makan apa hari karena kiriman orang tua telat datang dan seabrek masalah lain. Cobalah mulai sekarang kita kembali pada arti hidup sesungguhnya. Dunia ini tidak lebih dari tempat persinggahan sementara fren. Saatnya kita menatap untuk hidup setelah hidup.
  3. Overhaul. Allah menyukai hamba-Nya yang selalu berdoa kepada-Nya. Saatnya di bulan penuh maghfirah ini kita memohon ampunan kepada Allah SWT. Overhaul jiwa kita. Bertaubat terhadap kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan dulu. Taubat yang sebenar-benarnya.

Fren Muslim mesin yang berbahagia!

Be A Better Person. Kita tentu mengenal apa itu reverse engineering. Inilah saatnya kita melakukan reverse engineering besar-besaran. Bukan reverse mesin-mesin modern buatan Jerman atau Jepang. Namun, Kita reverse engineering teladan terbaik umat manusia, Nabi Muhammad SAW. Kita reverse enginering akhlak beliau yang mulia. Jika kita ingin belajar tentang kejujuran beliau adalah ahlinya. Jika  kita ingin belajar berdagang, beliaulah pakarnya. Jika kita ingin belajar semangat menuntut ilmu, beliau adalah teladan terbaik kita. Jika kita ingin belajar manjadi pemimpin, beliau nomor wahid. Mari kita senantiasa meneladani akhlak Rasulullah SAW dan terus memperbaiki diri be a better person.

 

 Fren Mesin Perkasa!

Puasa bukan menjadi halangan untuk kita beraktivitas. Muslim yang kuat lebih dicintai Allah SWT dari muslim yang lemah. Hadirilah majelis-majelis limu. Beraktivitaslah di Himpunan (HMM), unit dan dimana pun yang menjadi amanah fren-fren sekalian. Semoga kita bisa menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik saat ini dan seterusnya.

Demikian. Semoga Bermanfaat!

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Kepala MMM ITB