Dokter Mesin


Seorang Manusia bisa mengalami sakit. Begitu pula sebuah mesin. Seorang ketika sakit akan merasakan perubahan pada tubuhnya, misal badan jadi panas, kepala pening, lemas dsb. Itu juga yang terjadi pada sebuah mesin. Ketika mesin dalam kondisi “sakit”, maka mesin akan mengalami perubahan paramater misalnya suara yang mesin yang bergetar dari biasanya, temperatur mesin yang naik dsb. Bedanya manusia masih bisa merasakan bahwa kondisinya sedang tidak baik sedangkan mesin tidak. Mesin yang sakit itu seperti istri yang lagi ngambek yang cuma bisa ngasih kode doang dan gak mau ngomong (wkwkwk).

Untuk menjaga kehandalan (reliability) mesin, maka mesin tersebut harus dilakukan perawatan (maintenance). Berdasarkan urgensinya, perawatan mesin dapat diklasifikasikan menjadi tiga. Yang pertama adalah corrective maintenance yaitu perawatan perbaikan terhadap mesin yang terjadi kerusakan. Jadi jika mesin rusak lalu diperbaiki. If it ain’t broke, don’t fix it. Jadi perbaiki kalo rusak aja, kalo gak rusak tetap lanjut operasi.

Yang kedua adalah preventive maintenance (PM). PM itu perawatan berdasarkan calendar based atau perawatan berkala. Fungsi PM adalah untuk mencegah degradasi dan menjaga performa mesin sesuai desain vendor pembuat. Umumnya, setiap mesin sudah dibekali manual book untuk preventive maintenance. Misalnya harus ganti filter sekian jam operasi, ganti oli sekian jam operasi ataupun harus turn around (overhaul) setiap jam operasi. Kalo PM pada manusia misalnya adalah olahraga rutin, minum air 8 gelas sehari dsb.

Yang ketiga adalah predictive maintenance (PdM). Nah disini peran seorang engineer maintenance yang mirip kerja dokter. Seperti yang dibahas di awal, mesin yang sakit atau akan sakit pasti akan mengalami perubahan. (Misalnya mesin jadi lebih sensitif…ini mesin apa cewek yang lagi PMS *abaikan*). Perubahan itulah yang harus kita catat dan kita analisis. Apakah perubahan itu masih normal atau mengarah pada kerusakan mesin.

Jadi kita harus bisa mengukur semua informasi yang berkaiatan dengan kondisi mesin baru kita bisa mendiagnosanya. Untuk mengetahui perubahan kondisi dari waktu ke waktu maka kita harus mengukur dan mencatatnya secara berkala. Oleh karena itu prinsip PdM disebut juga condition monitoring.

Pada mesin rotating umumnya paramater yang dimonitoring adalah pressure, temperatur, kualitas pelumas, dan vibrasi. Kalo kita biasanya check gula darah, kolesterol, asam urat untuk tahu kondisi tubuh kita.

Bagian yang paling penting dan mirip dengan dokter adalah ketika melakukan diagnosa. Semua data perubahan parameter tadi diolah, dilakukan trending dan didiagnosa. Seorang dokter mesin kemudian akan memberikan rekomendasi terhadap mesin tersebut. Misalnya mesin normal dan dapat dilanjutkan operasi, mesin tidak normal tapi masih dalam kondisi wajar dan perlu penanangan segera, atau mesin tidak normal dan harus distop karena akan terjadi kerusakan fatal jika terus dioperasikan.

Dalam pengalaman menulis, penulis dapat mengetahui apakah kondisi mesin tersebut masih baik atau tidak. Tidak hanya itu, ketika mendiagnosa seorang dokter mesin dapat mengetahui akar masalah (root cause) dari kerusakan itu. Misalnya mesin tersebut mengalami misaligment, loosness pada struktur, atau kerusakan pada bearing. Dari hasil diagnosa itu seorang dokter mesin akan memberikan rekomendasi apa yang harus dilakukan agar kehandalan mesin tetap tinggi.

Jadi kamu bisa panggil saya dokter mesin hehe…

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s