Dicemplungin, lalu belajar

index
Percobaan Operating Deflection System (ODS), salah satu metode analisa vibrasi

Sudah lebih dari 2 tahun saya bekerja di tempat ini. Suka duka, mood naik turun itu sudah biasa. Kenangan manis dan kenangan pahit rasanya sudah pernah saya alami semua. Ada yg berbekas ada yang berlalu begitu saja. Dari sekian banyak kisah itu, ada satu value yang menjadi budaya di tempat kerja saya yaitu kalo diberi tantangan, ambil dan kerjakan.

 

Kalo orang belajar berenang nyemplung dulu baru belajar renang.

Disini, jangan harap kamu bisa nolak. Menolak berarti kamu menyiakan kesempatan belajar. Yang akhirnya malah gak dipercaya dan gak kepake.

Saya ambil contoh, ketika pak boss menawarkan untuk ikutan training vibrasi di luar negeri. Kalo dulu saya nolak dengan alasan belum berani, belum pernah keluar negeri, belum paham konsep vibrasi, takut ujiannya gagal dsb dsb, mungkin sekarang orang lain yang sudah berangkat. Dan yang paling penting adalah saya menyiakan kesempatan belajar.

Termasuk ketika pertama kali mengambil data vibrasi. Buta lapangan, belum banyak pengalaman, megang alat masih grogi, terus presentasi di hadapan klien, kalo saya hanya liat itu saja mungkin saya tidak akan pernah jadi Engineer vibrasi.

Memang metode pembelajaran seperti ini cukup berisiko. Misal, klien yang tidak puas dengan pekerjaan kita. Atau kalo blunder bisa jadi fatal dan merugikan perusahaan.

Namun, metode ini cukup efektif. Itu yang saya liat dari beberapa rekan kerja saya.

Manusia pada umumnya punya senjata rahasia ketika keadaan terdesak. Ia akan berusaha sekuat tenaga untuk bertahan hidup dan mempertahankan diri. Dikasih bumbu penyebab komplain dari klien bisa menambah usaha makin keras.

Setelah dicemplungin itu,kita jadi belajar agar tidak tenggelam lagi. Atau paling tidak, tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Kesimpulannya, ini jadi metode belajar yang efektif di perusahaan kami. Dan menjadi value yang akan diingat terus. Paling engga, harus ingat komplain klien haha. Inget untuk dijadikan motivasi untuk membuktikan bahwa kita layak mendapatkan apresiasi dan applause suatu saat nanti.

Sekian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s