Month: January 2012

Press release : Ini Dia Hasil Investigasi Runtuhnya Jembatan Kukar

Press release : Ini Dia Hasil Investigasi Runtuhnya Jembatan Kukar

Runtuhnya Jembatan Kukar diakibatkan oleh putusnya hanger yang sedang diangkat atau diperketat (jacking) dalam proses pemeliharaan. Jembatan kebanggaan warga Kutai Kertanegara (Kukar), Kaltim itu roboh dalam hitungan detik.

Demikian disampaikan oleh Ketua Tim Evaluasi dan Investigasi Teknik Runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara Iswandi Imran dalam acara Konferensi Pers di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Rabu (11/1/2012)

“Sebelum runtuh, sedang dilakukan jacking yaitu proses pemeliharaan di tengah bentang, ketika jacking pertama dilakukan di bentang, batang hanger itu mengecil. Lalu proses ini dilanjutkan ke sisi hulunya. Nah, saat jacking dilakukan disisi hulu, sambungan dengan kabel utama putus, sehingga memicu reruntuhan terjadi di waktu sangat singkat dimana dalam 20 detik,” katanya

Tim ini telah melakukan kajian berdasarkan survei lapangan, data lapangan, kronologi, serta sejarah pemeliharaan dan menggunakan data yang lengkap. Sehingga gambaran kronolgi keruntuhan, diperkirakan dipicu oleh adanya ketegangan tambahan atau gaya tambahan yang terjadi pada sistem hanger-nya.

“Jadi sambungan yang gagal adalah sambungan yang menggantung pada hanger ke batang atau sistem sambungan. Pada saat proses pengetatan inilah putus. Kabel ini turun sepanjang 15 cm pada saat pengetatan ke atas sehingga terjadi ketegangan itu pada sistem sambungan atas yang menyangkutkan hanger ke sambungan utama, jadi ini titik lemah pada sambungan gaya,” jelasnya

Iswandi menyimpulkan bahwa kegagalan pada sistem sambungan antara batang hanger dan kabel utama pada dasarnya terjadi akibat akumulasi masalah sejak jembatan direncanakan.

“Jadi kalau boleh kami simpulkan, kegagalan pada sistem sambungan antara batang hanger dan kabel utama pada dasarnya terjadi akibat akumulasi masalah sejak jembatan direncanakan. Pekerjaan pemeliharaan yang tidak terjadwal dengan baik merupakan pemicu akhir runtuhnya jembatan,” katanya

Pekerjaan pemeliharaan yang menurut informasi melibatkan pekerjaan jacking atau pengangkatan kemungkinan besar telah menimbulkan kondisi tegangan yang melampaui batas kekuatan aktual material sambungan yang ada. Yang mana material ini telah mengalami pelemahan baik akibat kelelahan bahan, korosi serta perubahan bentuk geometri akibat bergesernya titik-titik dari yang ada pada jembatan.

sumber : detik.com

Advertisements
Konsep Entropi dan Hukum Termodinamika II ada dalam Al-Quran??

Konsep Entropi dan Hukum Termodinamika II ada dalam Al-Quran??

          Malam ini sebernernya saya harus belajar buat UAS. besok ada dua uas dan dua tugas yang mesti dikumpulin. Tapi otak udah stress duluan. Jadi iseng2 bikin nih note..*kayaknya saya mesti belajar lebih banyak tentang manajemen prioritas hehe..Oke, silakan dibaca pren 🙂

          Pernah denger istilah entropi kan? Entropi berasal dari bahasa Yunani, entrope yang berarti berubah. Dari definisi yang saya peroleh dari wikipedia, entropi berarti derajat ketidakteraturan dari sebuah sistem. Artinya, dalam sebuah sistem tertutup, sistem akan mengarah pada ketidakteraturaan, seiring dengan meningkatnya entropi. Intinya mah sebuah sistem tanpa ada intervensi dari luar cenderung menuju ketidateraturan.

            Terus apa hubungannya dengan Al-Quran? Jadi begini pren, coba kita buka Al-Quran Surat Al-Ashr ayat 1-3. Surat ini pasti udah hapal banget lah hehe..mungkin termasuk surat idola buat bacaan sholat. iya kan? hehe..Nah, dalam surat itu saya menemukan sebuah korelasi dengan bacaan buku termo dulu (*moran saphiro itu loh).

           Emang apaan korelasinya??Dalam surat itu disebutkan bahwa,1. Demi Massa 2.Sesungguhnya manusia dalam kerugian 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.

 Ini bukan tafsir loh ya cuma argumentasi bebas buat sharing aja. Jadi jangan dijadikan referesi hehe..Dalam ayat pertama di atas Allah bersumpah dengan nama waktu. Katanya kalo Allah SWT sudah bersumpah dengan nama sesuatu berarti sesuatu itu sangat penting (yang ini kata ustadz loh :D). lanjut ya..waktu emang variabel yang sangat penting dalam konsep entropi. Entropi itu kan didefinisikan karena emang ada sesuatu yang berubah. Dan berubahnya itu terhadap waktu. kira2 gitu deh hehe…

            Nah, konsep utama entropi dan hukum termo 2 ada di ayat selanjutnya. Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa manusia berada dalam kerugian. Sekarang mari kita definisikan. Manusia kita definisikan sebagai sistem tertutup (masih inget konsep boundary layer kan? hehe). Di ayat tersebut manusia (sistem tertutup) disebutkan terhadap waktu selalu dalam kerugian. emang apa artinya :o??

             Dalam konsep entropi, sebuah sistem tertutup akan mengalami entropi yang meningkat. Sederhananya energi sistem tersebut selalu berkurang terhadap waktu. Mulai ada sedikit pencerahan nih hehe…Nah, terus hubungannya dengan ayat tersebut apa?Tadi, kita udah mendefiniskan manusia sebagai sistem tertutup kan? Dan sistem tertutup tersebut memilki entropi yang meningkat seiring berjalannya waktu. Hal, ini sejalan dengan apa yang di Firmankan Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW bahwa sesungguhnya manusia (sistem tertutup) berada dalam kerugian (entropi meningkat). Kerugian=entropi meningkat.

            Ayat ketiga ini kemudian yang menjelaskan tentang konsep hukum termo II secara utuh. Gak percaya?? :DOm Rudolf Classius pernah bilang gini,”No process is possible whose sole result is the transfer of heat from a body of lower temperature to a body of higher temperature“. Kira2 artinya gak mungkin deh tanpa kerja dari luar kita dapet mindahin panas dari temperatur yang lebih rendah ke temperatur yang lebih tinggi (haha keliatan ngarangnya ya? tapi kira2 gitu dah hehe). Terus coba kita bandingin sama ayat terakhir di atas. mudeng?? 😀

            Intinya mah lo pasti bakalan rugi (entropi meningkat) kalo gak ada kerja luar yang meng-endorse lu supaya entropi menurun yang artinya lu untung (sistem tersebut energinya meningkat). Kerja luar?? Ya, mungkin kerja luar ini maksudnya adalah ayat ketiga di atas yaitu orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.

Setelah paham konsep ini saya jadi lebih mengerti kenapa mesti ada Rasul yang menyampaikan risalah kebaikan dan kenapa juga sebagai manusia kita diwajibkan untuk berdakwah. Jadi gak ada alasan lagi buat muslim yang ogah-ogahan buat berdakwah hehe 😀

 *maaf kalo ada yang salah hehe (sekali lagi ini cuma iseng2 :D)

Wallahu’alam bishowab

Menggagas Human Development Program Di Indramayu (Part 1)

Menggagas Human Development Program Di Indramayu (Part 1)

Sebuah entitas sangat bergantung pada bagaimana orang-orang di dalamnya. Jika orang-orang didalamnya baik maka entitas tersebut bisa terus maju dan berkembang. Namun, jika sebaliknya maka entitas tersebut akan mengalami stagnasi, kemunduran, bahkan hilang eksistensinya. Karena sesungguhnya unsur inti kehidupan adalah manusianya.

Dewasa ini kita sering dihadapkan dengan isu perubahan. Mulai dari perubahan kepeminpinan hingga perubahan sistem. Isu reformasi birokrasi-lah, pemberantasan korupsi-lah, supremasi penegakan hukum-lah, dll. Lantas apa inti dari semua masalah tersebut? Sistem-kah? Atau memang manusianya?

Jika kita berbicara tentang sistem tidak pernah ada habisnya. Lalu apakah kita menyerah? Tentu tidak. Tapi yang paling penting sekarang adalah memperbaiki kualitas individu-individu manusia Indonesia. Karena dari sanalah akar permasalahan tersebut.

Pemerintah menerapkan parameter pembangunan berdasarkan pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meliputi pendidikan,kesehatan, dan ekonomi menjadi tolok ukur dan gambaran bagaimana pembangunan di daerah tersebut.

Indramayu, sebuah kabupaten di utara Jawa tergolong ke dalam daerah yang memiliki IPM rendah di Jawa Barat. Data Badan Pusat Statitik menyebutkan bahwa IPM Kabupaten Indramayu menempati posisi 24 dari 26 kabupaten/kota di Jawa Barat atau terendah ketiga dari bawah.

Meskipun IPM kabupaten Indramayu masih sangat rendah tapi kita harus optimis dengan pencapaian- pencapaian ke depan. Indramayu adalah kabupaten dengan angka peningkatan IPM tertinggi di Jawa Barat, 1.43 point.

Dengan kedua data tersebut diharapkan kita dapat memahami akar permasalahan di kabupaten tercinta secara objektif. Ini penting agar perencanaan strategis jangka pendek dan jangka panjang bisa efektif.

Petanyaan selanjutnya adalah bagiamana membangun manusia indramayu yang ideal. Dan paling penting seperti apakah manusia indramayu yang ideal itu?

Menakar ‘Manusia Itebe’ (Part 1)

Omong besar. Sombong. Gak bisa diajak kerja sama. Selalu ingin mendominasi. Itulah beberapa kalimat yang menjadi citra mahasiswa itebe dan alumninya di luar sana. Apakah semua mahasiwa itebe dan alumniya memang seperti itu? Tentu sebagai kaum terdidik kita tidak bisa langsung menjudge seperti itu. Sejauh yang saya tau belum ada kajian ilmiah (penelitian misalnya) yang menunjukkan data tersebut valid. Bukan tidak mungkin pencitraan tersebut hanya dsebabkan segelintir orang saja.

Okelah, terlepas dari perdebatan benar atau tidak mari kita mengevaluasi (menakar) manusia itebe hingga tuntas.

Mari kita berandai-andai. Seandainya data tersebut memang valid berarti ada sebuah sistem yang perlu diperbaiki di perguruan tinggi tertua ini. Apakah sistem pendidikan di itebe yang membentuk para mahasiswa dan alumninya seperti itu? Omong besar,gak bisa diajak kerja sama dll. Atau sistem kemahasiswaan di itebe (dalam hal ini kaderisasi) yang keliru? Atau juga malah input mahasiswanya yang sudah membentuk sistemnya sendiri?

Bagi kebanyakan orang (termasuk penulis) bisa menjadi mahasiswa itebe adalah sebuah kebanggaan, sebuah prestise. Input mahasiswa inilah yang bisa jadi memiliki andil besar dalam membentuk karakter manusia itebe.

Mari kita berandai-andai lagi. Andai semua itu adalah fakta maka tidak ada cara lain selain diskusi dan duduk bersama para “director” dari rektorat dan para “director” dari organisasi kemahaiswaan kampus. Pembagian fungsi dan peran dalam upaya mengembakan manusia itebe mutlak dilakukan jika memang itebe ingin membawa perubahan bangsa ke arah yang lebih baik.

Pertanyaan yang segera muncul kemudian adalah apakah itu masih mungkin? Saya jawab harus. Karena membangun manusia itebe berarti membangun Indonesia.