Cara Engineer Menyelesaikan Masalah

Setiap insan manusia pasti pernah menemui masalah dalam hidupnya. Masalah yang ditemui pun beragam. Mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks. Biasanya orang dengan tanggung jawab besar akan memiliki risiko mengahadapi masalah yang lebih besar dan kompleks. Sebagai contoh, masalah yang dihadapi seorang mahasiswa relatif lebih ringan jika dibandingkan dengan masalah yang dihadapi presiden misalnya.

Setiap orang memiliki kebiasaan dan cara masing-masing dalam menyelesaikan masalahnya. Namun, terkadang cara yang tersebut belum tentu efesien. Seorang engineer dituntut untuk selalu efesien dalam bekerja termasuk dalam menyelesaikan masalah. Berikut ini bagaimana step-step engineer menyelesaikan masalah.

1. Known
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui (known) permasalahan secara global. Banyak orang yang putus asa dalam menghadapi masalah karena mereka langsung membahas yang detil sehingga otak akan merespon bahwa permasalahan tersebut sangat rumit dan tidak mungkin diselesaikan. Jangan pernah langsung masuk ke detil! Cobalah rileks dan memahami picture yang lebih besar dari masalah yang kita hadapi.
Contoh,
Known : Saya adalah mahasiswa tingkat tiga namun belum pernah sekalipun mendapatkan IP di atas tiga.

2. Find
Banyak orang terjebak dalam menyelesaikan masalah karena mereka tidak tahu apa apa goal mereka. Langkah selanjutnya setelah kita mengetahui permasalah secar global adalah temukan (find) hal yang ingin kita cari. Atau dengan kata lain buatlah pertanyaan terhadap permasalahn tersebut.
contoh,
Find : Cara agar kita bisa mendapatkan IP di atas tiga.

3. Schematic and Data
Sekarang kita baru memasuki detil dari permasalahan tersebut. Buatlah sebuah skema terkait kondisi permasalahan tersebut. Sebutkan data-data tersebut secara lugas dan responsible. Agar lebih mudah, buatlah mind map dari detil permasalahan tersebut. Dari picture yang lebih besar sampai ke yang paling kompleks. Dan gunakan boundary layer atau batasan sistem kita. Agar analisisnya nanti lebih fokus pada batasan sistem yang kita buat.
contoh,
Data durasi dan waktu belajar->detil
Data kegiatan yang diikuti selain akademik->detil
Data finansial->detil
Data sarana dan prasarana pendukung belajar dsb.

4. Engineering Model
Agar solusi yang didapat kita terarah dan tidak melebar kita harus mengasumsikan beberapa poin. Asumsi atau engineering model ini disesuaikan dengan permasalahan yang kita hadapi. Asumsi yang kita pakai juga tidak boleh asal-asalan. Asumsi yang kita pakai harus bisa dipertanggung jawabkan.
contoh:
Saya orang yang cerdas (misalkan di SMA selalu masuk 3 besar)
Saya punya keinginan kuat untuk mencapai IP di atas tiga dsb

5. Analysis
Nah, bagian ini yang paling vital. Kita dituntut untuk mencari solusi dari pertanyaan (find) di atas. Dalam analisis ini pengalaman sangat berpengaruh terhapad solusi yang dihasilkan. Oleh karena itu berlatihlah menyelesasikan masalah. Gunakan pendekatan pendapat yang meyeluruh untuk mencari solusi tersebut. Analisis kita harus berdasarkan pendapat para ahli agar hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan. Misal tentang finansial bisa memakai pendekatan para pakar ekonomi dsb.
contoh,
Dari data tersebut ternyata waktu saya banyak dihabiskan dengan main game. Saya bisa berjam-jam bermain game bersama teman-teman. Meskipun awalnya saya hanya ingin main 2 jam saja dan itu di hari sabtu minggu tapi kenyataannya saya terbawa suasana. Waktu belajar saya pun menjadi sangat sedikit. Belum lagi karena sering begadang maka saya menjadi sering mengantuk ketika pagi. Hal ini mengakibatkan penyerapan materi kuliah menjadi tidak maksimal. Bahkan lebih konyol lagi kita tidak masuk kuliah karena telat bangun pagi.

Jadi, permasalahannya ada pada manajemen waktu dan komitmen. Main game adalah sesuatu yang bisa merefresh otak kita. Tapi kalau over refresh otak kita menjadi terlalu santai dan tidak siap menerima materi-materi kuliah.
Solusi : Buat Manajemen waktu yang proporsional dan komitmen terhadapnya.

Demikian. Semoga bermafaat :D.

Tambahan :
Setelah solusi tersebut didapatkan. Segera jalankan solusi terebut (6.Actuating) kemudian jangan lupa untuk selalu dikontrol (7.Controlling) dan dievaluasi (8.Eavaluating).

Advertisements

5 thoughts on “Cara Engineer Menyelesaikan Masalah

  1. okeh lah.. Tulisan yg bagus dan sangat2 bermanfaat..
    Sebenarnya masalah utama seorang mahasiswa adalah tidak adanya keinginan yang kuat buat menylesaikan masalahnya.. Terkadang mereka lupa tujuan awal kuliah.. Semngat2 yg dulu prnah ditunjukkan saat ingin masuk kuliah, hilang begitu kuliah.. Game, film, dan organisasi menjadi penghalang yg sangat brpengaruh.. Sulit membagi waktu (atau mungkin memang tidak ada niatan ingin belajar/kuliah) menjadi alasan keterpurukan..
    Semangat terus lah.. Kita baru setengah perjalanan..
    Lanjutin tulisanny bro..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s