Month: July 2011

Cara Engineer Menyelesaikan Masalah

Setiap insan manusia pasti pernah menemui masalah dalam hidupnya. Masalah yang ditemui pun beragam. Mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks. Biasanya orang dengan tanggung jawab besar akan memiliki risiko mengahadapi masalah yang lebih besar dan kompleks. Sebagai contoh, masalah yang dihadapi seorang mahasiswa relatif lebih ringan jika dibandingkan dengan masalah yang dihadapi presiden misalnya.

Setiap orang memiliki kebiasaan dan cara masing-masing dalam menyelesaikan masalahnya. Namun, terkadang cara yang tersebut belum tentu efesien. Seorang engineer dituntut untuk selalu efesien dalam bekerja termasuk dalam menyelesaikan masalah. Berikut ini bagaimana step-step engineer menyelesaikan masalah.

1. Known
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui (known) permasalahan secara global. Banyak orang yang putus asa dalam menghadapi masalah karena mereka langsung membahas yang detil sehingga otak akan merespon bahwa permasalahan tersebut sangat rumit dan tidak mungkin diselesaikan. Jangan pernah langsung masuk ke detil! Cobalah rileks dan memahami picture yang lebih besar dari masalah yang kita hadapi.
Contoh,
Known : Saya adalah mahasiswa tingkat tiga namun belum pernah sekalipun mendapatkan IP di atas tiga.

2. Find
Banyak orang terjebak dalam menyelesaikan masalah karena mereka tidak tahu apa apa goal mereka. Langkah selanjutnya setelah kita mengetahui permasalah secar global adalah temukan (find) hal yang ingin kita cari. Atau dengan kata lain buatlah pertanyaan terhadap permasalahn tersebut.
contoh,
Find : Cara agar kita bisa mendapatkan IP di atas tiga.

3. Schematic and Data
Sekarang kita baru memasuki detil dari permasalahan tersebut. Buatlah sebuah skema terkait kondisi permasalahan tersebut. Sebutkan data-data tersebut secara lugas dan responsible. Agar lebih mudah, buatlah mind map dari detil permasalahan tersebut. Dari picture yang lebih besar sampai ke yang paling kompleks. Dan gunakan boundary layer atau batasan sistem kita. Agar analisisnya nanti lebih fokus pada batasan sistem yang kita buat.
contoh,
Data durasi dan waktu belajar->detil
Data kegiatan yang diikuti selain akademik->detil
Data finansial->detil
Data sarana dan prasarana pendukung belajar dsb.

4. Engineering Model
Agar solusi yang didapat kita terarah dan tidak melebar kita harus mengasumsikan beberapa poin. Asumsi atau engineering model ini disesuaikan dengan permasalahan yang kita hadapi. Asumsi yang kita pakai juga tidak boleh asal-asalan. Asumsi yang kita pakai harus bisa dipertanggung jawabkan.
contoh:
Saya orang yang cerdas (misalkan di SMA selalu masuk 3 besar)
Saya punya keinginan kuat untuk mencapai IP di atas tiga dsb

5. Analysis
Nah, bagian ini yang paling vital. Kita dituntut untuk mencari solusi dari pertanyaan (find) di atas. Dalam analisis ini pengalaman sangat berpengaruh terhapad solusi yang dihasilkan. Oleh karena itu berlatihlah menyelesasikan masalah. Gunakan pendekatan pendapat yang meyeluruh untuk mencari solusi tersebut. Analisis kita harus berdasarkan pendapat para ahli agar hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan. Misal tentang finansial bisa memakai pendekatan para pakar ekonomi dsb.
contoh,
Dari data tersebut ternyata waktu saya banyak dihabiskan dengan main game. Saya bisa berjam-jam bermain game bersama teman-teman. Meskipun awalnya saya hanya ingin main 2 jam saja dan itu di hari sabtu minggu tapi kenyataannya saya terbawa suasana. Waktu belajar saya pun menjadi sangat sedikit. Belum lagi karena sering begadang maka saya menjadi sering mengantuk ketika pagi. Hal ini mengakibatkan penyerapan materi kuliah menjadi tidak maksimal. Bahkan lebih konyol lagi kita tidak masuk kuliah karena telat bangun pagi.

Jadi, permasalahannya ada pada manajemen waktu dan komitmen. Main game adalah sesuatu yang bisa merefresh otak kita. Tapi kalau over refresh otak kita menjadi terlalu santai dan tidak siap menerima materi-materi kuliah.
Solusi : Buat Manajemen waktu yang proporsional dan komitmen terhadapnya.

Demikian. Semoga bermafaat :D.

Tambahan :
Setelah solusi tersebut didapatkan. Segera jalankan solusi terebut (6.Actuating) kemudian jangan lupa untuk selalu dikontrol (7.Controlling) dan dievaluasi (8.Eavaluating).

Advertisements

Kursi Panas 2014 Part.1 Whistle Blower

Pemerintahan SBY-Boediono memang baru akan berakhir Tahun 2014 nanti. Namun, hal tersebut tidak membuat kondisi politik di negeri ini “tenang”. Peta persaingan politik bahkan sudah terjadi s sejak Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II resmi dilantik. Agenda 100 hari Kabinet ini pun jadi momentum yang memanasnya kondisi politik di Indonesia.

Memanasnya suhu politik ini tidak hanya membuat partai pendukun pemerintah “panas”. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga mendapat serangan akibat memanasnya suhu politik di negeri ini. Adalah Agus Chondro sang whistle blower. Partai berlambang banteng ini diisukan terlibat dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indoensia Miranda Goeltom. Sejumlah politisi elit partai seperti Panda Nababan diseret ke dalam kasus ini. Dan, kasus ini sudah memasuki tahap dakwaan.

Partai Golkar, partai berlambang beringin ini juga tidak luput dari terpaan panasnya suhu politik tersebut. Kasus pengemplangan pajak menjadi partai ini bulan-bulanan media. Ya, siapa lagi kalau bukan gayus Tambunan. Pegawai pajak ini santer diberitakan terkait dengan Pengemplangan pajak Bakrie Group. Gayus Tambunan bahkan sempat member statemen bahwa dia “kenal dekat” dengan orang nomor satu di Partai beringin ini.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS), memiliki track record yang bagus sebagai partai yang bersih tidak membuat partai ini lepas dari memanasnya suhu politik di Idonesia. Yusuf Supendi, seorang mantan petinggi partai ini menjadi whistle blower yang sempat menggoyangka partai. Tuduhan bahwa sejumlah elite partai seperti Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminudin hingga sekretaris partai Anis Matta terlibat kasus korupsi saat pemilihan gubernur Jakarta membuat partai ini sempat menjadi headline di beberapa media. Instruksi agar semua kader “puasa bicara” kemudian meredakan kasus ini. Hingga akhirnya kasus ini ditempuh lewat jalur mediasi.

Dan sekarang badai itu menerpa partai pemerintahan. Partai Demokrat dibuat tidak berdaya dengan aksi Nazarudin. Mantan Bendahara partai ini dengan leluasa mengobok-obok kewibawaan Demokrat sebagai partai pemerintah. Sejumlah elite sperti Andi Mallarangeng, Angelina Sondakh,hingga Ketua Umum Partai diseret ke dalam bola panas ini. Yang semula kasus korupsi wisma atlet kemudian melebar ke proses kotor pemilihan Anas sebagai orang nomor dua di Demokrat setelah SBY.

Masih tiga tahun lagi menuju 2014. Namun genderang perang sudah ditabuh. Adalah para whistle blower yang semakin memanaskna perebutan kursi panas 2014. PDIP dengan Agus Chondronya, Golkar dengan Gayus Tambunannya, PKS dengan Yusuf Supendinya, dan terakhir Nazarudin yang berhasil mengobrak-abrik Demokrat.

Pertanyaan besarnya,”MASIHKAH MEREKA MEMIKIRKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT??”

Wallahu a’lam bishowab

Sejahtera Dengan Teknologi

Indonesia, dengan segala kekayaan yang dimilikinya. Entah kenapa negeri ini selalu didera bermacam-macam masalah. Media massa begitu semangatnya memberitakan kasus mafia pajak Gayus Tambunan, skandal Century yang yang sempat mengguncang Negara, hingga kini isu SARA yang kian merebak dengan tewasnya empat orang Ahmadiyah. Segudang masalah bangsa itu total menutupi prestasi anak bangsa. Kita jarang mendengar ilmuwan Indonesia menciptakan banyak paten di berbagai teknologi atau bangsa yang memenangi lomba tingkat internasional menjadi headline berita.

Begitu banyak pendapat bahwa Indonesia adalah negeri yang kaya. Minyak bumi, gas alam, batu bara, panas bumi tersimpan dalam perut bumi Indonesia. Emas, Tembaga, besi menambah daftar kekayaan di perut bumi. Laut kita seperti tidak pernah kehabisan ikan, kerang mutiara, rumput laut. Di atas tanah, seperti dalam lirik lagu Bimbo “tongkat kayu dan batu jadi tanaman” menggambarkan betapa suburnya negeri ini.

Hanya ada satu kata untuk mengubah kondisi yang terjadi sekarang yaitu kearifan teknologi. Yang dengan kearifan teknologi seorang nelayan bisa menambah ikan yang lebih banya dan cepat. Yang dengan teknologi seorang petani bisa memaksimalkan hasil panennya. Yang dengan teknologi seorang pedagang di pasar tidak akan pernah sepi pengunjung. Yang dengan teknologi kita bisa mandiri energi, mandiri pangan, dan rakyat sejahtera. Yang dengan kearifan teknologi kita tidak lagi menjadi budak bangsa lain!

Teknologi yang tepat dengan dipadukan kearifan lokal akan memnjadikan negeri ini sejajar dengan bangsa-bangsa maju di dunia. Dengan kombinasi sumber daya alam, sumber daya manusia dan teknologi negeri ini akan dapat mengakselarasi pembanguna bangsa menuju Indonesia Sejahtera.

Semua itu mungkin terwujud jika ada komitmen dari semua elemen. Kunci pertama yang harus dibuka adalah dengan pendidikan yang murah dan seluas-luasnya. Pendidikan yang bermartabat. Bukan pendidikan pedagogi ala kompeni Belanda.

Latar Belakang Kaderisasi

Secara umum sebuah organisasi yang dinamis membutuhkan adanya regenerasi untuk menjalankan dan mengembangkan aktivitas organisasi tersebut. Regenerasi berarti pembauran semangat dan tata susila. Dalam menunjang hal tersebut dibutuhkan SDM yang sesuai dengan visi organisasi yang akan ia masuki. Namun demikian, orang-orang yang akan menggantikan tersebut belum tentu memenuhi kriteria yang diharapkan. Oleh karena itu diadakan sebuah proses sehingga para regenarator itu siap untuk menjalankan dan mengembangkan organisasi itu. Proses itu dinamakan kaderisasi.

Kaderisasi atau pengaderan sendiri berarti proses, cara, perbuatan mendidik atau membentuk seseorang menjadi kader. Tinjauan secara etimologis, kata kader merupakan kata serapan yang berasal dari kata Prancis cadre yang bermakna harfiah/leksikal (a) daftar, (b) pangkat bintara dalam militer yang menjelma sebagai kata cadre dalam bahasa Inggris yakni individu sebagai bakal calon dari warga perkumpulan, organisasi yang dilatih untuk menduduki posisi yang penting dan sinonim dengan kata Belanda kader. Berdasarkan makna denotasi/arti lugasnya, pengertian kader adalah seseorang yang statusnya bebas belum mempunyai suatu ikatan formal yang absah dengan organisasi. Jadi, kader organisasi bermakna bakal calon untuk memasuki suatu organisasi : orang yang bersangkutan belum tercatat menjadi anggota organisasi.

Berlawanan dengan kata serapan kader yang bersumber dari bahasa asing, kata anggota bukan kata serapan, melainkan kata Melayu/kata Indonesia yang diterangkan W.J.S. Poerwadarminta yaitu : 1. anggota tubuh (terutama tangan dan kaki); 2. bagian daripada sesuatu yang berangkaian, misalnya kata majemuk matahari dua anggotanya; 3. orang (badan) yang menjadi bagian atau masuk dalam sesuatu golongan (perserikatan, dewan, panitia, dsb), misalnya anggota kalimat, __ kerhormatan __ tentara, kartu anggota, rapat anggota, dsb. (Kamus Umum Bahasa Indonesia, cetakan ketiga, Balai Pustaka, Djakarta, 1961 : 44). Dijabarkan makna anggota organisasi adalah seseorang yang secara resmi tercatat menjadi warga organisasi, memiliki kartu anggota terikat dengan disiplin, hak/kewajiban anggota organisasi. Dia tidak lagi bebas seperti kader.

Sejalan dengan hal itu Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) juga memerlukan adanya regenerasi. Konsekuensinya HMM harus menjalankan proses kaderisasi tersebut. Dalam buku biru HMM disebutkan pada Anggaran Dasar Bab III pasal 8 tentang keanggotan HMM. “Anggota Muda, Anggota Biasa, dan Anggota Luar Biasa”. Pada Anggaran Rumah Tangga HMM ITB bab I tentang Keanggotan disebutkan bahwa “Anggota Muda HMM ITB adalah mahasiswa yang secara sah tercatat sebagai Mahasiswa S1 teknik Mesin dan yang belum atau sedang menjalani mekanisme untuk menjadi Anggota Biasa HMM ITB”. Mekanisme itu yang kita sebut sebagai kaderisasi.

Panitia Machining 2009 HMM ITB

Resume Buku : You Can Win

Judul Buku : You Can Win
Pengarang : Shiv Khera
Tahun Terbit : 2004

“Winners Don’t Do Different Things. They Do Thing Differently.” Begitulah tagline dari buku ini. Buku ini menjelaskan kepada kita ‘mengapa’ kita harus menjadi pemenang dan ‘bagaimana’ kita bisa menjadi pemenang. Why dan How ini yang menjadi kunci penting dalam menggambarkan buku ini secara utuh. Dalam setiap babnya kita akan menemukan kisah-kisah inspiratif yang membuat kita semakin paham akan setiap ide yang disampaikan penulis. Dan di setiap akhir bab kita akan menemukan action plan yang berfungsi sebagai sarana latihan untuk meningkatkan kapasistas dan kompetensi kita.

Berikut ringkasan isi buku “You Can Win”

Attitude atau sikap menjadi kunci penting dalam mencapai kesuksesan. Bahkan landasan dari setiap kesukesan adalah attitude. Mengapa attitude begitu penting? Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Harvard, Amerika Serikat disebutkan bahwa 85% kesukesan berasal dari attitude dan hanya 15% kontribusi dari intelektual kita. Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi attitude kita yaitu lingkungan, pengalaman,dan pendidikan. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap attitude seseorang. Jika lingkungan baik maka kecenderngan attitude kita juga begitu pun sebaliknya. Pengalaman akan membuat seseorang semakin menguatkan jati dirinya. Pengalaman ini berasal dari interaksi kita terhadap bermacam-macam orang. Selanjutnya pendidikan. Pendidikan akan membuat kita cerdas dan bijak dalam mengambil sikap.
Attitude bukan berasal dari faktor gen sehingga kita bisa mengubah attitude kita.

Berikut ini delapan cara mengubah attitude kita:
1. Change Focus, Look for the Positive
Bayangkan kita seperti sedang menggali emas. Dalam menggali emas kita akan menemukan banyak sekali kerikil dan tanah. Namun, sebagai penggali emas kita tidak pernah fokus ke kerikil dan tanah tersebut. Fokus kita tentu terhadap emas yang kita cari. Begitu juga dengan kehidupan ini. Jangan fokuskan pada hal-hal yang kurang penting. Fokuslah pada hal-hal yang baik dan penting.

2. Make A habit of Doing Now
Banyak orang gagal karena sering menunda pekerjaan. Mulai sekarang buatlah kebiasan untuk mengerjakan sesuatu sekarang juga tanpa harus menunda-nunda.

3. Develop an Attitude of Grattitude
Mulai sekarang berhentilah mengeluh. Katakanlah sesuatu yang berupa pujian dan memberikan apresiasi.

4. Get into a Continuous Education Program
Pendidikan membangun dasar dari karakter sesorang. Carilah ilmu secara berkelanjutan agar kita mendapatkan pentingnya nilai-nilai kehidupan.

5. Build a Positve Self-Esteem
Self-esteem adalah cara kita merasakan tentang diri kita sendiri. Jika kita merasa baik maka hal ini kan berakibat positif bagi kehidupan kita.

6. Stay Away From Negative Influence
Hal-hal negatif seperti rokok, narkoba, alcohol dll akan membuat kita semakin terpuruk. Jauhilah hal-hal negatif tersebut.

7. Learn to like thing that to be Done
Mulailah untuk menyukai pekerjaan yang akan kita lakukan. Belajar mulai dari sekarang karena mengerjakan sesuatu yang kita sukai hasilnya akan lebih baik.

8. Start You Day With Something Positive
Mulailah hari-hari kita dengan sesuatu yang positif.

Lalu apa sebenarnya sukses itu? Earl Nightingale menjelaskan bahwa sukses adalah sebuah perjalanan bukan tujuan akhir. Intinya sukses adalah sebuah proses bagi kita untuk mencapai tujuan-tujuan kita. Seseorang yang sukses memiliki kualitas-kualitas berikut ini.
– Desire atau hasrat – Yakin pada hal-hal positif
– Komitmen – Suka Memberi
– Bertanggung jawab – Power of pesistance
– Kerja keras – Mengahargai diri
– Berkarakter – Mau menjadi murid

Sedangkan ada beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan seseorang. Diantaranya adalah tidak berani mengambil risiko. Dalam setiap solusi yang kita akan menemukan berbagai tantangan dan risiko yang harus kita ambil. Ketidakberanian mengambil risiko akan membuat solusi yang ditawarkan menjadi sia-sia. Selanjutnya adalah ketidakmampuan dalam merencanakan dan memepersiapkan. Perencanaan dan persiapan yang baik akan membuat kita lebih percaya diri dalam mengahadapi setiap masalah jika tidak terjadi sebalinknya. Beberapa faktor lainnya adalah keserakahan, salah prioritas, tidak mampu belajar dari pengalaman dsb.

Untuk menjadi seorang pemenang kita diharuskan memiliki motivasi yang kuat. Motivasi ini dapat dari dalam diri sendiri (motivasi internal) maupun dari lingkungan kita (motivasi eksternal). Motivasi internal berasal dari dalam diri kita sendiri,seperti kebanggan,tanggung jawab,semangat menggapai cita-cita dan juga keyakinan. Motivasi eksternal terdiri dari dua macam yaitu ketakutan dan dorongan. Atau bisa kita sederhanakan dengan motivasi reward dan punishment.
Selanjutnya, agar kita bisa benar-benar menjadi seorang pemenang kita harus bisa membangun kepribadian yang menghargai diri sendiri atau membangun positive self-esteem. Mengahargai diri sendiri bukan berarti kita sombong. Namun,menghargai diri sendiri akan membuat kita lebih bertanggung jawab dengan apa yang kita kerjakan. Mulailah berlatih displin. Banyak bergaul dengan orang yang memiliki karakter moral yang terpuji. Dan berlatihlah menetapkan tujuan-tujaun kita.

Selain harus bisa membangun kepribadian,kita juga harus menjaga hubungan baik dengan orang lain atau lingkungan sekitar kita. Dalam membangun hubungan dengan orang lain ada landasan yang sangat penting yaitu TRUST. Semua hubungan memerlukan trust. Mulai dari urusan bisnis sampai urusan persahabatan.
Setelah kita membangun self-esteem dan membangun relasi dengan orang lain maka kita akan ada pada satu tujuan untuk membangun kepribadian yang baik secara utuh. Baik dari dalam menyikapi diri sendiri maupun dalam menjaga relasi dengan orang lain.

Berikut ini 25 tahap membangun kepribadian yang baik atau membangun positive self-esteem.
1. Menerima tanggung jawab
2. Mengemukakan pendapat
3. Berpikir Win-Win
4. Hati-hati memilih kata-kata ketika berbicara
5. Jangan banyak complain dan memberikan kritikan
6. Ramah dan Murah Senyum
7. Berprasangka baik (huznudzon)
8. Jadilah pendengar yang baik
9. Antusias
10. Berikan pujian yang jujur
11. Ketika melakukan kesalahan,terimalah lalu terus maju
12. Berdiskusi tapi jangan berdebat
13. Jangan bergosip
14. Penuhi janji
15. Ucapkan terima kasih tapi jangan meminta terima kasih
16. Berlatih untuk loyal
17. Hindari dendam
18. Berlatih untuk jujur,integritas,dan ikhlas
19. Berlatih rendah hati
20. Memahami dan peduli dengan keadaan sekitar
21. Berlatih untuk menghargai
22. Bangun sense of humor
23. Jangan kasar dan menganggap rendah orang lain
24. Untuk punya teman,jadilah teman
25. Tunjukkan rasa empati
Ke 25 tahapan ini harus dipahami bagi setiap orang yang ingin menjadi pemenang. Dan yang lebih penting mulai berlatih dari sekarang untuk memperbaiki kepribadian kita. Ketika kita sudah mulai berlatih untuk menjalankan hal-hal diatas maka itu akan menjadi sebuag kebiasaan baik. Dari kebiasaan itulah karakter kita terbentuk.

Setelah kita membangun dan meningkatkan personality kita selanjutnya kita mulai untuk menetapkan goal-goal kita. Goal yang akan kita tetapkan harus SMART. Apa itu smart? Smart adalah singkatan dari :
S-Specific. Contoh, Saya akan menurunkan berat badan sebesar 5 kilogram dalam waktu 90 hari.
M-must be measurable. Jika kita tidak dapat mengukur goal kita bagaimana kita akan tahu progres dari goal kita.
A-achievable. Maksudnya goal kita bukan hanya harus menantang namun harus dalam batas jangkauan yang masih bisa kita capai.
R-realistic. Jika goal kita menurunkan berat badan sebesar 25 kilogram dalam 30 hari itu tidak realistis.
T-time bound. Kita harus menetapkan kapan kita mulai dan kapan harus selesai.
Goal atau tujuan itu yang akan kita tetapkan bisa jangka pendek yaitu hingga satu tahun, jangka menengah yaitu hingga tiga tahun, dan jangka panjang yaitu hingga lima tahun.

Setelah menetapkan goal selanjutnya yang kita lakukan adalah berkomitmen terhadap apa yang kita tetapkan. Komitmen yang paling tinggi adalah komitmen pada nilai-nilai kehidupan. Bukan semata-mata komitmen pada hasil. Pertahankan nilai-nilai yang baik dan ubahlah nilai-nilai yang buruk. Semoga kita bisa benar-benar menjadi seorang pemenang sejati. Dan ingatlah selalu, “Winners Don’t Do Different Things. They Do Thing Differently.”
Continue reading “Resume Buku : You Can Win”