Month: April 2010

Indramayu, Bukan Negeri Para Bajingan!

Indramayu, Bukan Negeri Para Bajingan!

Saya sering berdiskusi dengan teman. Suatu ketika saya berdiskusi dengan seorang teman dari Padang. Waktu itu kami sedang menunggu interview beasiswa dari Pertamina. Lama kami berbincang, mulai dari hiruk pikuk perkuliahan sampai ke hangatnya politik Indonesia. Kami sempat membicarakan bagaimana ide-ide besar Amien Rais memanaskan politik Indonesia. Hingga membicarakan sosok Gus Dur yang kontroversial bagi sebagian orang. Lalu, Saya pun iseng-iseng nanya,”Tau gak Indramayu?”. Dia pun menjawab, “Tau, yang kemaren ada kasus miras kan ? Terus katanya banyak memasok PSK juga ke kota-kota besar”. Mendengar jawaban itu kontan saya diam. Sebenernya waktu itu saya pengen marah tapi saya harus marah kepada siapa?! Marah pada teman?! Marah pada keadaan?! Marah karena tidak bisa berbuat apa-apa!

Itulah citra Indramayu yang terbentuk di pergaulan masyarakat luas. Sebuah kondisi ironis memang mengingat potensi besar yang dimiliki negeri ini. Indramayu tidak lebih dari kabupaten miskin yang masyarakatnya sebagian besar menjadi buruh kasar, nelayan dan petani kecil sementara cerobong-cerobong Pertamina menghasilkan milyaran rupiah tiap detiknya. Bahkan karena himpitan ekonomi orang tua dengan sangat tega menjual anaknya untuk dijadikan PSK. Salah siapa?!

Kita tidak bisa menyalahkan keadaan. Menyalahkan keadaan hanya membuat kita semakin kehilangan arah gerak. Opsi yang kita miliki sekarang hanya satu yaitu bersama-sama, bahu-membahu membuat perubahan.

Indramayu, Bukan Negeri Para Bajingan! Sebuah kalimat provokatif yang cocok dengan apa yang ingin saya sampaikan.

Indramayu adalah sebuah daerah yang dirintis oleh seorang pekerja keras, seorang yang rela mengorbankan karirnya sebagai putra mahkota Kerajaan Bagelen, seorang yang berani mengambil risiko kematian di tengah hutan belantara demi satu keyakinannya membangun peradaban di bumi Indramayu tercinta dialah Raden Aria Wiralodra. Perjuangan Raden Aria Wiralodra bukan tanpa hambatan. Bahkan dia hampir mati melawan musuhnya yang sangat sakti. Keyakinan, semangat juang, dan cinta Aria Wiralodra akhirnya membawa bumi Indramayu pada waktu itu makmur dan sejahtera. Rakyat dan Pejabat menjadi satu dalam keharmonisan.

Kawan, saatnya kita merefleksikan nilai-nilai luhur the founding father kita Raden Aria Wiralodra. Bahwa keyakinan yang kuat bisa merubah segalanya. Bahwa semangat yang kuat akan terus mendorong kita menuju kesuksesan. Dan bahwa dengan cinta yang kuat akan membuat Indramayu tersenyum kembali.

Mari kita restart ulang memori kita. Me-refresh kembali citra Indramayu.  Indramayu bukan negeri para bajingan tapi Indramayu Negeri Para Ksatria.

Advertisements