Month: December 2009

Sebuah Orasi Tentang Mimpi

Sebuah Orasi tentang Mimpi

Assalamu’alaikum wr. Wb.

Alhamdulillah rabbil ‘alamin

Segala puji hanya milik Allah azza wa jala. Sudah sepatutnya kita sebagai hamba-Nya bersyukur atas segala Nikmat yang Allah berikan. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad SAW.

Yang terhormat Kepala SMA Negeri 1 Sindang.

Yang saya hormati Dewan Guru,serta saudara-saudaraku yang saya cintai.

Saudaraku,

Menjadi pelajar (orang) yang sukses itu tidaklah mudah. Tapi sangat mungkin bagi kita untuk menjadi pelajar yang sukses. Ada beberapa hal yang akan saya sampaikan untuk mencapai kesuksesan tersebut. Yang pertama, yang harus kita lakukan adalah membangun sebuah mimpi, cita-cita, visi, atau target! Membangun sebuah mimpi berarti kita telah menapakkan kaki kita pada jalan kesuksesan. Bayangkan……! Neil Amstrong tidak akan pernah pergi  ke bulan jika ia tidak punya mimpi untuk pergi kesana. Bayangkan! Indonesia tidak akan pernah bisa merdeka jika bangsanya tidak punya mimpi untuk terlepas dari penjajahan. Bayangkan! Seorang bayi tidak akan pernah bisa berjalan jika ia tidak punya mimipi untuk itu. Bahkan, seekor tukik (anak penyu) telah punya mimpi untuk bisa bertahan hidup. Jadi, kita seharusnya malu jika kita tidak punya mimpi dan malah menghabiskan masa remaja dengan hal-hal yang tidak bemanfaat seperti p*c*r*n. Siswa SMAN 3 Bandung contoh sukses sebagai pelajar. Bukan karena mereka memiliki fasilitas yang lengkap tapi mereka berani mengorbankan masa remajanya untuk mencapai mimipinya. Subhanallah!

Saudaraku,

Di Perancis ada sebuah penelitian yang mengejutkan. Para peneliti tiu menaruh beberapa ekor ulat di pinggiran atas sebuah pot. Kemudian di dasar pot tersebut mereka taruh makanan kesukaan ulat yaitu daun pohon pinus. Ulat-ulat tersebut berjalan mengitari pinggiran atas. Begitu terus. Setelah empat hari ulat-ulat tersebut ternyata mati karena tidak makan. Makanan itu sudah terlihat di depan mata mereka tapi tak ada satu langkahpun berinisiatif turun dan memakannya. Mimpi kita telah menunggu di depan kita,tapi kita tidak pernah berbuat sesuatu untuk mencapai mimpi kita itu. Akhirnya nasib kita pun tidak lebih baik dari ulat-ulat itu.

Renungkanlah………..!

Perjalanan panjang seribu mil diawalai dengan ayunan langkah pertama!

Bahkan Allah telah mengatakan dengan jelas di dalam AlQuran surat Ar-Radu ayat 11. Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Saudaraku,

Jadikan mimpi kita sebagai titik tertinggi dari sebuah gunung. Untu mencapai titik itu tak ada jalan lain selain mendaki dan terus mendaki. Dalam cuplikan sebuah film, dikisahkan para pendaki telah berjalan jauh dan sekarang titik tertinggi gunung itu ada di hadapan mereka. Tapi puncak itu dipisahkan oleh sebuah jurang yang sangat terjal. Melihat jurang tersebut beberapa dari mereka mengatakan,” Ah…..”,dan menyerah. Namun, seorang pria denagan wajah optimis mengambil besi runcing dari ranselnya lalu mundur beberapa langkah. Dan,………

Tiba-tiba pria itu berlari maju sekencang-kencangnya. Melompat sejauh-jauhnya. Dan menancapkan besi itu ke dinding tebing. Besi itu tertancap kuat di dinding tebing. Lalu ia mendaki hingga ke puncak. Mengibarkan bendera. Bendera kemenangan. Dan berkata, “I’m the winner “. Sebuah kemenangan agung.

Sekarang pilihan ada di tangan kita. Apakah kita setevlah berjuang sampai batas ini akan mundur sebagai seorang pengeecut,atau maju dengan penuh keyakina sebagai seorang pemenang.

Saudaraku,

Seorang bijak mengatakan pada saya,” Mengapa kita mampu melompati parit selebar dua meter tapi kita merasa takut sekali melewati jurang dengan lebar yang sama.

Sekian. Semoga bermanfaat.

Mohon maaf apabila ada ucapa yang kurang berkenan.

Wabillahi taufiq wal hidayah wassalamu’alaikum wr. Wb

Di tulis 5 September 2007

Orasi 7 September 2007 di Masjid Ash-Shiddqie SMAN 1 Sindang Indramayu.

Wirana

Alumni SMAN 1 Sindang

Teknik Mesin ITB 2008