Banyak ekspektasi di kepala saya ketika menuliskan kata transformasi. Paling tidak kata ini sanggup mendorong saya dalam lautan malam yang sunyi untuk kemudian meluapakn ekspektasi itu dalam tulisan singkat ini. Baikalah saya mulai saja diskusi ini dengan menganalisis problem-problem utama yang sekarang dihadapi IDA Taman Sari.
Menganalisis sebuah sesuatu tentu harus melihat dari sisi internal maupun eksternalnya. Tidak etis bagi saya mengomentari IDATaman Sari dengan sudut pandang intrenal karena toh saya tidak pernah terlibat langsung dengan agenda-agenda di IDATaman Sari. Dan sudah barang tentu apa yang saya sampaikan akan sedikit berbeda dengan temen2 yang sudah pernah/lama mendedikasikan diri di IDA. Insyaallah apa yang saya curahkan ini bisa bermanfaat bagi IDA dan masyarakat Indramayu kedepannya.
Berikut beberapa analisis permasalahan yang bisa saya share :
- Terlalu konservatif
Yang saya amati pertama kali organisasi ini,baik pusat maupun komisariat,terlalu terpaku dengan rutinitas yang membosankan. Saya belum melihat visi besar yang ingin dicapai organisasi ini. Inget tiap orang punya impian besar,jdi jangan cuma jadi eksekutor.
2. Kontaproduktif
Ini masih berkaitan dengan yang pertama. Oganisasi ini terlalu terpaku dengan kebiasaan2 lama sehingga ini sulit berkembang. Saya tidak pernah mendengar program-program besar yang bermanfaat yang telah dicapai oragnisasi ini. Yang saya kumpul buka bareng!
3. Intervensi dari luar
Sudah jadi rahasia umum kalau organisasi daerah menjadi alat kampanye penguasa. Memang dilema,jika kita tidak ‘manut’ pada penguasa itu kita bakal seret keuangan. Tentu ini harus didiskusikan lenih jauh.
4. Pemimpin yang tidak punya pengaruh besar
Sebagian besar mahasiswa ITB di Indramayu tidak tahu siapa ketua IDATaman Sari. Dibutuhkan seorang pemimipin yang berpengaruh besar untuk melakukan perubahan besar. Jangan cuma bebek!
5. Komunikasi yang salah arah
Dalam mengkomunikasikan program2 salah jika kita menganggap anggotanya Cuma sebagai objek.
Nah itu yang bisa saya share sekarang. Sekali lagi ini dari kacamata eksternal. Jadi wajar apa yang saya sampaikan ini bukan masalah teknis. Tentu dari intrenal pasti lebih tahu tentang masalah2 teknisnya.
Semoga ekspektasi saya tentang trasformasi IDA berbuah manis.
Wirana
Mesin ITB 2008
